Timor Timur telah menjadi suatu metafora bagi bencana yang beranak cucu. Serbuan tentara Indonesia 7 Desember 1975 dan pendudukan militer yang terus berlangsung, merupakan bencana kemanusiaan. Rekayasa integrasi dengan Indonesia teah mengorbankan ratusan ribu jiwa. Kebanyakan korban itu rakyat sipil yang tidak tahu apa-apa. Juga tewas ribuan prajurit Indonesia. Tragedi itu merupakan bencana politik yang merugikan semua pihak, Timor Timur dan Indonesia.