Dari Global Ke Lokal: Difusi Norma FAO (Food And Agricultural Organization) Tentang Pengelolaan Pestisida dan Implementasinya: Studi Kasus Kabupaten Karawang 2025
Penelitian ini mengkaji proses difusi norma internasional Food and Agriculture Organization (FAO) mengenai pengelolaan pestisida serta implementasinya di tingkat lokal, dengan fokus pada Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Penelitian ini menyoroti bagaimana norma global yang dirumuskan melalui International Code of Conduct on Pesticide Management diterjemahkan ke dalam kebijakan nasional Indonesia dan selanjutnya dimaknai, diadaptasi, serta dipraktikkan oleh aktor lokal dalam konteks pertanian sehari-hari. Dengan menggunakan perspektif konstruktivisme dalam Hubungan Internasional, penelitian ini menempatkan norma internasional sebagai struktur ideasional yang membentuk cara negara dan aktor lokal memahami serta mengatur penggunaan pestisida dalam kerangka keamanan pangan, perlindungan kesehatan manusia, dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan penyuluh pertanian, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Purwasari, serta pengurus Gapoktan Desa Darawolong, dilengkapi dengan observasi lapangan terbatas dan studi dokumentasi terhadap dokumen FAO, regulasi nasional, serta literatur akademik yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi dinamika hubungan antara norma internasional, kebijakan nasional, dan praktik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun norma pengelolaan pestisida FAO telah diadopsi secara formal ke dalam kebijakan nasional, seperti Undang-Undang No. 22 Tahun 2019 dan pedoman teknis “7 Tepat (7T)”, implementasinya di tingkat lokal masih menghadapi kesenjangan (implementation gap). Praktik penggunaan pestisida oleh petani tidak sepenuhnya merujuk pada pedoman resmi, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman empiris, kebiasaan komunitas, serta rekomendasi pedagang sarana produksi pertanian. Kondisi ini mencerminkan proses lokalisasi norma, di mana norma global tidak diterapkan secara mekanis, melainkan dinegosiasikan dan disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan ekonomi setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas norma internasional sangat bergantung pada proses internalisasi dan adaptasi di tingkat lokal, serta merekomendasikan pendekatan penyuluhan yang lebih kontekstual dan partisipatif untuk memperkuat harmonisasi antara norma global dan praktik pertanian di lapangan.
Kata Kunci : Difusi norma, FAO, pengelolaan pestisida, konstruktivisme, lokalisasi norma, implementasi kebijakan.
Daftar Pustaka : 47, 1973 s/d 2025
Kata Kunci : Difusi norma, FAO, pengelolaan pestisida, konstruktivisme, lokalisasi norma, implementasi kebijakan.
Daftar Pustaka : 47, 1973 s/d 2025
Julia Rezeki - Personal Name
224131052 - Julia Rezeki
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
128 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...