Upaya Indonesia menghadapi global governance dengan International Civil Aviation Organization melalui skema CORSIA untuk mengurangi emisi karbon periode (2021–2024)
Selama beberapa dekade terakhir, sektor penerbangan internasional menjadi salah satu penyumbang emisi karbon yang terus meningkat seiring pertumbuhan mobilitas global. Untuk merespons tantangan tersebut, International Civil Aviation Organization (ICAO) menginisiasi skema Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) sebagai instrumen tata kelola global guna mengendalikan pertumbuhan emisi karbon dari penerbangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah Indonesia dalam menghadapi dinamika global governance melalui implementasi skema CORSIA pada periode 2021–2024, khususnya dalam aspek penyelarasan regulasi nasional dengan standar ICAO serta pelaksanaan mekanisme Monitoring, Reporting, and Verification (MRV). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap regulasi nasional, dokumen resmi ICAO, laporan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta wawancara dengan narasumber yang terlibat langsung dalam implementasi CORSIA di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan perspektif teori Global Governance dari David Held yang menekankan pentingnya koordinasi multilevel, proseduralitas kebijakan, dan peran institusi internasional dalam menangani isu lingkungan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah menunjukkan komitmen dalam implementasi CORSIA melalui partisipasi pada fase pilot dan fase awal, penyusunan regulasi pendukung, serta penguatan koordinasi antarinstansi terkait. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kapasitas teknis dalam sistem MRV, kesiapan industri penerbangan nasional, serta keterbatasan pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) akibat faktor biaya dan infrastruktur. Selain itu, dinamika tata kelola global melalui ICAO memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dan efektivitas kebijakan nasional melalui harmonisasi regulasi dan peningkatan kapasitas institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi CORSIA di Indonesia pada periode 2021–2024 telah berjalan ke arah yang positif, namun masih memerlukan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas teknis, serta dukungan investasi jangka panjang agar target pengurangan emisi karbon sektor penerbangan dapat tercapai secara berkelanjutan. Dengan demikian, peran global governance melalui ICAO menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi kebijakan penerbangan nasional menuju sistem transportasi udara yang lebih ramah lingkungan.
Kata Kunci: ICAO, Indonesia, Pengurangan Emisi Karbon, Global Governance, CORSIA
Jumlah Pustaka: 55 ( tahun 2019 – 2025 )
Kata Kunci: ICAO, Indonesia, Pengurangan Emisi Karbon, Global Governance, CORSIA
Jumlah Pustaka: 55 ( tahun 2019 – 2025 )
Fajri Muhammad - Personal Name
223231027 - Fajri Muhammad
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
98 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...