Diplomasi Hijau FAO Melalui Program GIAHS Pada Periode 2023-2025 Dalam Melestarikan Warisan Sistem Pertanian Salak Agroforestri Di Karangasem Bali
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS) yang diinisiasi oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dalam melestarikan sistem pertanian salak agroforestri di Kabupaten Karangasem Bali pada tahun 2023-2025. Penelitian ini berangkat dari meningkatnya tekanan terhadap keberlanjutan sistem pertanian tradisional akibat alih fungsi lahan, modernisasi pertanian serta perubahan lingkungan. Program GIAHS hadir sebagai mekanisme pengakuan internasional yang bertujuan melindungi sistem pertanian tradisional melalui pendekatan tradisional melalui pendekatan dynamic conservation.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemangku kepentingan terkait serta studi dokumentasi yang bersumber dari laporan resmi, dokumen kebijakan dan publikasi ilmiah. Analisis penelitian menggunakan perspektif liberalisme institusionalisme dan konsep diplomasi hijau untuk memahami bagaimana mekanisme kerjasama internasional dapat mendorong pelestarian sistem pertanian tradisional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program GIAHS berperan penting dalam mendukung pelestarian sistem pertanian salak agroforestri di Karangasem. Dampak tersebut terlihat dari penguatan praktik pertanian berkelanjutan, perlindungan lanskap agroforestri dan penguatan kelembagaan lokal seperti Subak Abian. Pengakuan GIAHS juga memberikan dampak ekologis, sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal serta memperkuat reputasi Indonesia dalam kerangka diplomasi hijau di tingkat global.
Kata Kunci : GIAHS, FAO, Diplomasi Hijau, Liberalisme, Organisasi Internasional
Referensi : 68
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemangku kepentingan terkait serta studi dokumentasi yang bersumber dari laporan resmi, dokumen kebijakan dan publikasi ilmiah. Analisis penelitian menggunakan perspektif liberalisme institusionalisme dan konsep diplomasi hijau untuk memahami bagaimana mekanisme kerjasama internasional dapat mendorong pelestarian sistem pertanian tradisional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program GIAHS berperan penting dalam mendukung pelestarian sistem pertanian salak agroforestri di Karangasem. Dampak tersebut terlihat dari penguatan praktik pertanian berkelanjutan, perlindungan lanskap agroforestri dan penguatan kelembagaan lokal seperti Subak Abian. Pengakuan GIAHS juga memberikan dampak ekologis, sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal serta memperkuat reputasi Indonesia dalam kerangka diplomasi hijau di tingkat global.
Kata Kunci : GIAHS, FAO, Diplomasi Hijau, Liberalisme, Organisasi Internasional
Referensi : 68
Nadya Juliani Nursandy - Personal Name
223231021 - Nadya Juliani Nursandy
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
100 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...