Dinamika Demokratisasi di Suriah Pasca Arab Spring (2011-2024)
Arab Spring yang terjadi pada akhir 2010 menjadi titik balik fundamental dalam dinamika politik Suriah, di mana tuntutan awal atas reformasi, penghapusan korupsi, dan perluasan kebebasan sipil bertransformasi menjadi konflik bersenjata multidimensi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika serta hambatan proses demokratisasi di Suriah dalam rentang periode 2011 hingga 2024. Analisis dalam studi ini dibangun dengan mengintegrasikan teori demokratisasi Georg Sorensen untuk membedah fase-fase transisi, serta menggunakan Indeks Demokrasi dari The Economist Intelligence Unit (EIU) sebagai instrumen pengukuran kualitas institusi politik di Suriah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis data sekunder dari laporan lembaga internasional, publikasi akademik, serta media independen, penelitian ini menemukan bahwa proses transisi mengalami stagnasi akibat kombinasi represi politik oleh rezim Bashar al-Assad, fragmentasi faksi oposisi, serta intervensi asing yang memperdalam kompleksitas konflik proksi. Munculnya aktor non-negara seperti ISIS dan meningkatnya polarisasi sosial semakin memperlemah peluang pembentukan institusi demokratis yang inklusif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan utama demokratisasi di Suriah berakar pada lemahnya struktur politik domestik, disintegrasi sosial, dan kompetisi geopolitik global yang cenderung mempertahankan status quo otoritarianisme sebelum akhirnya mencapai titik balik keruntuhan rezim.
Kata Kunci : Suriah, Arab Spring, Demokratisasi, Konflik Politik, Otoritarianisme
Kata Kunci : Suriah, Arab Spring, Demokratisasi, Konflik Politik, Otoritarianisme
Canta Bayu Laksana - Personal Name
222231058 - Canta Bayu Laksana
TESIS PMH
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
92 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...