Strategi Komunikasi Politik Jaringan Rakyat Miskin Kota dalam Mengkampanyekan Golput melalui Gerakan Coblos Semua di Pilkada DKI Jakarta 2024
Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi politik Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dalam mengkampanyekan Golongan Putih (golput) melalui Gerakan Coblos Semua (Gercos) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Gercos muncul dari kekecewaan struktural kelompok masyarakat miskin kota terhadap kandidat, proses elektoral, serta kebijakan perkotaan yang dinilai tidak merepresentasikan kepentingan mereka. Dalam konteks demokrasi elektoral Indonesia, fenomena golput umumnya dipahami sebagai wujud apatisme politik. Penelitian ini memposisikan golput sebagai strategi politik yang secara sadar dimaknai sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap eksklusi politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan aktor kunci kampanye, penelusuran dokumen organisasi, serta analisis pemberitaan media dan literatur yang relevan. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif-analitis, dengan menekankan pada penafsiran makna, pola komunikasi, serta narasi politik yang dikembangkan dalam kampanye Gercos. Proses analisis dilakukan secara induktif-deduktif untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan mengaitkannya dengan kerangka teoretis komunikasi politik dan gerakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik JRMK tidak bertujuan untuk memenangkan kontestasi elektoral, melainkan untuk membangun kesadaran politik kritis di kalangan warga miskin kota. JRMK menggunakan narasi ketidakadilan struktural, pengalaman keseharian warga, serta simbol-simbol perlawanan untuk mendefinisikan golput sebagai tindakan politik yang sah dan bermakna. Kanal komunikasi yang digunakan bersifat kontekstual dan berbasis komunitas, seperti diskusi warga, selebaran, media sosial alternatif, serta aksi simbolik di ruang publik. Strategi ini menekankan komunikasi horizontal, partisipatif, dan berakar pada pengalaman hidup partisipan, alih-alih komunikasi politik elitis yang dominan dalam kampanye politik kandidat formal. Penelitian ini berkontribusi dengan memperluas pemahaman mengenai golput sebagai praktik politik alternatif dalam demokrasi elektoral, sekaligus menantang narasi arus utama yang memandang golput semata sebagai bentuk apatisme yang harus diperbaiki. Secara empiris, studi ini memberi gambaran tentang bagaimana kelompok marjinal memproduksi makna politik dan membangun strategi komunikasi di luar kerangka kekuasaan formal. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi politik kritis, gerakan sosial, serta demokrasi partisipatoris di Indonesia, khususnya dalam konteks perkotaan dan politik lokal.
Kata Kunci: golput; politik elektoral Indonesia; oligarki; warga miskin kota
Daftar pustaka: (251) (1955 s.d 2024)
Kata Kunci: golput; politik elektoral Indonesia; oligarki; warga miskin kota
Daftar pustaka: (251) (1955 s.d 2024)
Andremirza Willandra Fahmi - Personal Name
224122023 - Andremirza Willandra Fahmi
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
173 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...