Boundary Spanning Dalam Komunikasi Publik Digital: Studi Peran Dan Beban Psikologis Pengelola Media Sosial Pemerintah (Studi Kasus Pengelola Instagram Pemerintah Kota Bogor)
Transformasi komunikasi publik pemerintah melalui media sosial telah mengubah relasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih terbuka, cepat, dan interaktif. Perubahan ini menempatkan pengelola media sosial pemerintah pada posisi strategis sebagai boundary spanner, yaitu aktor yang menjembatani kepentingan birokrasi dengan dinamika publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pengelola media sosial Pemerintah Kota Bogor sebagai boundary spanner dalam komunikasi publik digital serta mengkaji tekanan psikologis berupa technostress dan burnout, serta peran dukungan organisasi dalam kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola media sosial Pemerintah Kota Bogor dan dianalisis secara tematik dengan mengaitkan temuan lapangan dengan kerangka teoritis boundary spanning, technostress, dan burnout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola media sosial menjalankan peran boundary spanner yang kompleks, meliputi penyampaian informasi kebijakan, pemantauan sentimen publik, serta pengelolaan isu di ruang digital. Tuntutan keterhubungan berkelanjutan dan intensitas kerja digital memunculkan tekanan psikologis berupa technostress dan burnout. Dukungan organisasi yang ada masih berfokus pada kelancaran komunikasi publik dan belum sepenuhnya mengatur batas kerja digital maupun pengelolaan beban psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pembagian tugas yang lebih proporsional, pengaturan sistem kerja bergiliran, serta penyusunan standar operasional prosedur yang lebih jelas dalam pengelolaan interaksi publik digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tekanan psikologis yang dialami pengelola media sosial merupakan konsekuensi dari peran boundary spanning dalam komunikasi publik digital sehingga diperlukan dukungan organisasi yang lebih sistematis.
Kata kunci: boundary spanning; burnout; dukungan organisasi; komunikasi publik digital; technostress.
Daftar Pustaka: 9 Buku + 43 Jurnal + 6 Website.
Kata kunci: boundary spanning; burnout; dukungan organisasi; komunikasi publik digital; technostress.
Daftar Pustaka: 9 Buku + 43 Jurnal + 6 Website.
Lucia Ratu Persia - Personal Name
224121039 - Lucia Ratu Persia
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
137 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...