Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Komunikasi Kepemimpinan Perempuan pada Suku Melayu Semende dalam Budaya Tunggu Tubang Desa Pajarbulan, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim

Penelitian ini mengeksplorasi budaya adat Tunggu Tubang yang menempatkan Perempuan sebagai pemimpin dalam keluarga dalam mengelolah harta pusaka dan keberlanjutan keluarga pada Suku Melayu Semende di Desa Pajarbulan, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Kepemimpinan perempuan dalam masyarakat adat merupakan fenomena penting dalam kajian komunikasi, terutama ketika otoritas kepemimpinan dijalankan melalui sistem kekerabatan dan nilai budaya tertentu. Namun, kajian mengenai bagaimana kepemimpinan perempuan dijalankan dalam struktur keluarga adat masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi kepemimpinan perempuan Tunggu Tubang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori Etnografi komunikasi. Teori ini dikembangkan oleh Dell Hymes dengan analisis bertumpu pada konsep kompetensi komunikasi menggunakan model SPEAKING yang mencakup delapan komponen: Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequences, Key, Instrumentalities, Norms, dan Genre. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Tunggu Tubang bersifat multidimensional, dijalankan melalui musyawarah dialogis bersama Tokoh Adat, Jurai, Apit Jurai, Meraje, dan Penasihat Ahli di ruang adat dan rumah (Humah Jurai Tue). Kompetensi komunikasi adaptif terwujud dalam kemampuan beralih secara kontekstual antara bahasa Semende dalam ranah adat, keagamaan dan bahasa Indonesia dalam koordinasi pemerintahan desa. Simbol-simbol adat seperti guci, lumbung padi (Tengkiang), tombak, kapak, dan rumah adat berfungsi sebagai sumber daya komunikatif yang mempertegas legitimasi kepemimpinan. Tunggu Tubang juga berperan sebagai mediator konflik, penjaga harmoni adat dan Islam, sekaligus jembatan strategis antara institusi adat dan pemerintahan formal. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan Tunggu Tubang merupakan model kepemimpinan komunikatif yang relevan dan adaptif, mengintegrasikan dimensi keluarga, sosial, simbolik, religius, dan institusional secara sinergis dalam menjaga kohesi sosial dan identitas budaya Suku Melayu Semende di tengah arus modernisasi.

Kata Kunci: Etnografi komunikasi, model SPEAKING Dell Hymes, kepemimpinan perempuan Tunggu Tubang, Suku Melayu Semende.

Daftar Pustaka: 12 buku, 10 jurnal, 2 tesis
Ehsan Dinata - Personal Name
224121011 - Ehsan Dinata
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
189 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...