Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Representasi Budaya Kalimantan Timur dalam Film Fiksi “Remeh Temeh Segumpal Daging

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan keragaman budaya yang lekat dengan relasi harmonis antara manusia dan alam. Namun, masifnya kehadiran industri ekstraktif serta perkebunan monokultur sebagai megaproyek pendukung pertumbuhan ekonomi nasional justru dibarengi dengan degradasi nilai-nilai budaya lokal serta tergusurnya ruang hidup masyarakat adat. Kondisi ini berujung pada krisis identitas dan ketimpangan sosial yang mendalam, sekaligus mengindikasikan absennya tanggung jawab struktural dari para pemangku kebijakan terhadap keberlangsungan budaya dan ekologi setempat. Film fiksi pendek berjudul Remeh Temeh Segumpal Daging (2023) hadir sebagai karya sinematik yang membingkai realitas tersebut, yakni ketimpangan sosial, tergerusnya budaya masyarakat lokal, hingga rusaknya keseimbangan ekologis akibat ekspansi pembangunan yang tidak berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya Kalimantan Timur dalam film tersebut serta mengungkap dimensi ideologis yang terkandung di dalamnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Metode analisis yang diterapkan adalah semiotika Roland Barthes, yang digunakan untuk membedah produksi makna melalui tiga lapisan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori representasi Stuart Hall dengan pendekatan konstruksionis untuk menelaah bagaimana identitas budaya dikonstruksi dan dimaknai ulang melalui medium film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film memproduksi makna budaya dalam tiga fungsi utama: sebagai instrumen kritik ekologis terhadap praktik ekstraktivisme, sebagai media pemeliharaan memori kolektif masyarakat lokal, serta sebagai wujud resistensi simbolik terhadap narasi dominan pembangunan. Temuan ini menegaskan bahwa film tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, melainkan berperan aktif dalam membentuk dan mengonstruksi ulang identitas masyarakat yang terpinggirkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film fiksi pendek dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi kritis yang mampu mengonstruksi ulang narasi identitas masyarakat lokal Kalimantan Timur yang selama ini terpinggirkan dalam diskursus pembangunan nasional, sekaligus membuka ruang dialog budaya yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Kata Kunci: Representasi Budaya, Semiotika, Konstruksionisme,Kritik Ekologis, Ekstraktivisme, Film Fiksi Pendek.

Daftar Pustaka : 42 buku + 7 jurnal + 3 tesis + 5 artikel online (2025)
Danik Kurdiyanto - Personal Name
224121007 - Danik Kurdiyanto
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
181 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...