Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Manajemen Komunikasi Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di PT Glovis Indonesia International

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Glovis Indonesia International. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari unsur manajemen, Tim HSE, serta pekerja operasional yang terlibat dalam pelaksanaan program K3 di perusahaan. Analisis penelitian mengacu pada kerangka manajemen risiko ISO 31000:2018, khususnya pada aspek komunikasi dan konsultasi risiko, serta menggunakan teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) untuk memahami dinamika komunikasi interpersonal dalam organisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki sistem komunikasi risiko K3 yang terstruktur melalui kebijakan, prosedur, serta berbagai forum komunikasi keselamatan kerja. Risiko utama yang diidentifikasi meliputi kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kesiapsiagaan keadaan darurat, serta kepatuhan terhadap regulasi K3. Namun demikian, praktik komunikasi risiko sebelumnya masih cenderung bersifat top-down dan reaktif sehingga partisipasi pekerja dalam proses komunikasi risiko masih relatif terbatas.
Ditinjau dari perspektif teori FIRO, keterbatasan pada dimensi inclusion, control, dan affection memengaruhi tingkat keterlibatan pekerja dalam komunikasi risiko. Kondisi ini menunjukkan bahwa hubungan komunikasi antara manajemen dan pekerja belum sepenuhnya mendorong partisipasi aktif dalam penyampaian informasi risiko. Sebagai upaya evaluasi sistem komunikasi risiko, perusahaan mengembangkan Behavior Based Safety (BBS) Channel sebagai media pelaporan potensi bahaya serta wadah aspirasi pekerja terkait keselamatan kerja. Implementasi BBS Channel mendorong perubahan alur komunikasi menjadi lebih bottom-up dan partisipatif sehingga pekerja memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam komunikasi risiko. Penguatan komunikasi yang partisipatif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran risiko serta mendukung terbentuknya budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di perusahaan.

Kata Kunci: keselamatan kerja, komunikasi, manajemen, risiko.
Achmad Yasir Munadi - Personal Name
224121002 - Achmad Yasir Munadi
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
182 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...