Digital Storytelling Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Pembentukan Persepsi Publik (Analisis Video YouTube Dedi Mulyadi Episode Pengiriman Siswa Ke Barak Militer)
Penelitian ini bertujuan menganalisis konten digital storytelling Dedi Mulyadi episode pengiriman siswa ke barak militer. Selain menyederhanakan pesan politik, digital storytelling dapat menimbulkan kebingungan jika pesan tidak dipahami audiens. Teori digital storytelling Joe Lambert digunakan untuk melihat bagaimana kebijakan KDM diolah menjadi cerita, sehingga berdampak pada persepsi publik. Metode penelitian menggunakan kualitatif menggunakan analisis naratif. Hasil analisis menunjukkan, digital storytelling pada media sosial membentuk 2 persepsi yaitu, positif dan negatif. Pada persepsi positif, konten digital storytelling pengiriman siswa ke barak militer berhasil mengemas kebijakan politik yang rumit menjadi mudah dipahami dan menghibur. Sementara persepsi negatif menyoroti tidak berimbangnya informasi yang disampaikan akibat dramatisasi cerita. Penelitian ini menyimpulkan, konten digital storytelling Dedi Mulyadi dipengaruhi dua faktor yaitu kepentingan politik dan tujuan pembuatan konten. Kepentingan politik berkaitan dengan kebijakan yang dibuat serta dampaknya bagi masyarakat. Tujuan pembuatan konten berkaitan dengan pemenuhan selera audiens. Penelitian ini dapat membantu pemerintah dan politisi dalam merancang pesan dengan menggunakan digital storytelling sebagai alat komunikasi politik.
Kata Kunci: Storytelling, barak militer, Dedi Mulyadi, digital storytelling, storytelling
Daftar Pustaka: 110 1991 s.d 2025
Kata Kunci: Storytelling, barak militer, Dedi Mulyadi, digital storytelling, storytelling
Daftar Pustaka: 110 1991 s.d 2025
Asep Gumilar Hidayat - Personal Name
223222030 - Asep Gumilar Hidayat
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
230 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...