Strategi Komunikasi Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024
Pilkada Serentak Tahun 2024 merupakan momentum penting dalam demokrasi di Indonesia. Hasil Pilkada tahun 2024 di Kota Bekasi menunjukkan partisipasi pemilih yang ikut mencoblos hanya sebesar 55,78%. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi memiliki peran strategis meningkatkan partisipasi pemilih melalui berbagai upaya komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dijalankan KPU Kota Bekasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi politik masyarakat dalam Pilkada Tahun 2024 menurut KPU Kota Bekasi. Strategi komunikasi yang dijalankan oleh KPU Kota Bekasi dalam penelitian ini dianalisis menggunakan dua teori, yaitu Elaboration Likelihood Model dari Richard E. Petty dan John Cacioppo sebagai teori utama, serta Theory of Planned Behavior dari Icek Ajzen sebagai teori pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci di KPU dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Bekasi dan dokumentasi, kuesioner digunakan hanya untuk memperoleh data pendukung dari pemilih dalam Pilkada. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada tahun 2024, KPU Kota Bekasi menyusun dan melaksanakan strategi komunikasi. Komunikasi yang dijalankan oleh KPU Kota Bekasi sesuai dengan unsur-unsur komunikasi “who says what, to whom through what channels, and what effects”. Dari perspektif Elaboration Likelihood Model KPU Kota Bekasi telah memanfaatkan central route melalui sosialisasi tatap muka, sosialisasi media elektronik, dan sosialisasi internal, serta menggunakan peripheral route melalui kampanye kreatif di media sosial, penggunaan slogan singkat, kolaborasi dengan publik figur, penyebaran konten visual menarik, dan penggunaan jingle. KPU Kota Bekasi juga menggunakan kedua jalur ELM secara bersamaan. Berdasarkan Theory of Planned Behavior, KPU Kota Bekasi belum secara eksplisit menerapkan teori tersebut dalam perumusan strategi komunikasi, namun strategi yang dijalankan dapat dipahami sebagai upaya membentuk niat pemilih untuk datang ke TPS melalui pengaruh terhadap sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendahnya partisipasi pemilih disebabkan oleh keragaman demografis penduduk Kota Bekasi, validitas data pemilih, jadwal pelaksanaan Pilkada yang berdekatan dengan pelaksanaan Pemilu, kurangnya daya tarik Pilkada bagi masyarakat, dukungan regulasi yang masih minim, serta keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia KPU Kota Bekasi.
Kata Kunci : strategi komunikasi, KPU Kota Bekasi, elaboration likelihood model, partisipasi pemilih.
Daftar pustaka: jumlah pustaka: 49, tahun 1953 sampai dengan tahun 2025.
Kata Kunci : strategi komunikasi, KPU Kota Bekasi, elaboration likelihood model, partisipasi pemilih.
Daftar pustaka: jumlah pustaka: 49, tahun 1953 sampai dengan tahun 2025.
Sapta Wira Udaya - Personal Name
223222025 - Sapta Wira Udaya
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
184 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...