Pembekuan Proses Aksesi Turki ke Uni Eropa pada Tahun 2018: Analisis dalam Perspektif Regional Security Complex Theory
Pembekuan proses aksesi Turki ke Uni Eropa (UE) pada tahun 2018 menjadi titik krusial dalam hubungan panjang antara kedua pihak. Turki telah berstatus sebagai negara kandidat sejak tahun 1999 dan secara resmi negosiasi aksesi dibuka pada 3 Oktober 2005. Perjalanan menuju keanggotaan penuh UE dalam memenuhi Kriteria Kopenhagen yang menjadi syarat utama tidak berjalan lancar dan mengalami stagnasi hingga berujung pada pembekuan proses aksesi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor di balik alasan normatif UE memutuskan untuk membekukan proses aksesi Turki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif menggunakan jenis data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Penelitian ini menganalisis bahwa pembekuan aksesi Turki tidak dapat dijelaskan hanya semata-mata alasan normatif terkait kemunduran demokrasi dan hak asasi manusia pasca kudeta militer pada tahun 2016. Penelitian ini yang menggunakan kerangka Regional Security Complex Theory (RSCT) dari Barry Buzan, menganalisis melalui lensa keamanan regional yang menggunakan empat variabel utama beserta indikatornya. Pertama, yakni variabel boundary, menjelaskan keberadaan batas geografis, budaya, politik dan ekonomi Turki yang menciptakan ambiguitas dalam proses aksesi ke UE. Kedua, variabel anarchy structure yang menyoroti bahwa sistem internasional yang bersifat anarkis menyebabkan UE dan Turki memiliki kepentingan yang saling bertentangan yang menimbulkan kondisi dilema keamanan. Ketiga, variabel polarity yang mengacu pada distribusi kekuasaan dalam kawasan. Keempat, variabel social construction yang berasal dari faktor historis yang mencerminkan pola hubungan antara UE dan Turki. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan UE untuk membekukan aksesi Turki merupakan konsekuensi logis dari dinamika struktural, politik, dan identitas yang saling berinteraksi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian hubungan internasional dengan menyoroti pentingnya pendekatan keamanan regional dalam memahami proses aksesi dan kebijakan perluasan UE. Penelitian ini memperkuat argumen bahwa masa depan hubungan UE dengan Turki lebih mencerminkan pola kemitraan strategis dibandingkan prospek keanggotaan penuh.
Kata Kunci: Uni Eropa, Turki, Pembekuan Proses Aksesi, Regional Security Complex Theory
Kata Kunci: Uni Eropa, Turki, Pembekuan Proses Aksesi, Regional Security Complex Theory
Dinda Maharani - Personal Name
122105049 - Dinda Maharani
SKRIPSI PHI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
107 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...