Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Perbandingan Kebijakan Luar Negeri Filipina Pada Masa Presiden Benigno Aquino III (2010-2016) dan Presiden Rodrigo Duterte (2016-2022) Terkait Sengketa Laut China Selatan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sikap Presiden Benigno Aquino III dan Presiden Rodrigo Duterte dalam kebijakan luar negeri Filipina terkait sengketa Laut China Selatan. Topik ini berfokus pada pengaruh faktor idiosinkratik atau sifat kepemimpinan (leadership traits) yang berinteraksi dengan faktor internal serta eksternal terhadap variasi strategi dan kebijakan luar negeri kedua Presiden, yang dinilai penting karena perubahan kebijakan Filipina selama dua periode tersebut memperlihatkan kontras yang jarang terjadi di Asia Tenggara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan kerangka realisme neoklasik serta pendekatan Leadership Trait Analysis (LTA) untuk menjelaskan bagaimana sifat-sifat individu pemimpin memengaruhi respons negara terhadap tekanan eksternal. Data dikumpulkan melalui dokumentasi konten berita dan video resmi media nasional Filipina dan media internasional yang berupa statement spontan maupun wawancara, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten melalui aplikasi coding otomatis Profiler Plus dengan pendalaman analisis teori LTA. Analisis ini menghasilkan skor tujuh sifat utama kepemimpinan: Belief in Ability to Control Events, Need for Power, Conceptual Complexity, Self-Confidence, Task Focus, Distrust of Others, dan In- Group Bias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden Benigno Aquino III dan Presiden Rodrigo Duterte memiliki sifat dasar yang relatif serupa berdasarkan LTA, namun sikap mereka terhadap struktur internasional berbeda karena perbedaan dalam menafsirkan ancaman dan peluang. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sifat kepemimpinan konsisten sama, ekspresi sikap pemimpin dapat berbeda ketika dihadapkan pada isu internasional, sehingga menghasilkan respons dan strategi yang tidak sama. Temuan ini memberikan implikasi penting terhadap pemahaman kebijakan luar negeri dan perilaku Filipina di Laut China Selatan yang tidak hanya dipengaruhi tekanan eksternal, akan tetapi pandangan pemimpin untuk menghadapi dinamika great power politics. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam Foreign Policy Analysis dengan menyarankan perlunya eksplorasi lebih lanjut terkait pengaruh pergantian kepemimpinan terhadap kontrasnya strategi kebijakan luar negeri.

Kata Kunci: Filipina, Kebijakan Luar Negeri, Laut China Selatan, Leadership Trait Analysis
Farrel Altarey - Personal Name
122105019 - Farrel Altarey
SKRIPSI PHI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
99 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...