Analisis Existential Threat Dalam Pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol 2022-2025
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dimakzulkan oleh Mahkamah Konstitusi Korea Selatan setelah mendeklarasikan status darurat militer pada Selasa, 3 Desember 2024. Presiden Yoon Suk Yeol menjadi salah satu nama yang tercatat dalam sejarah Korea Selatan sebagai presiden yang diturunkan. Hal ini menjadi studi utama dalam penelitian yang membahas dinamika pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol melalui kacamata teori dan konsep sekuritisasi Kopenhagen. Urgensi penelitian ini adalah melihat bagaimana sekuritisasi Kopenhagen memandang status darurat militer Korea Selatan era Presiden Yoon Suk Yeol hingga pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol serta membahas alur kasus melalui konsep tersebut. Kasus ini akan dibahas melalui metode kualitatif yaitu analisis diskursus yang menggunakan bahasa, tulisan hingga fenomena yang terjadi untuk menjawab rumusan masalah. Setelah menjelaskan alur kasus melalu kacamata teori dan konsep, serta telah mengisi indikator dalam variabel teori seperti speech act, securitization actor, referent obejct dan existential threat maka akan ditemukan bahwasanya, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dimakzulkan atas tidak adanya pengaruh existential threat yaitu Korea Utara. Kemudian adanya krisis politik domestik, serta polarisasi kekuasaan antara kekuatan partai konservatif dan progresif, dan ancaman kredibilitas dan stabilitas posisi internasional Korea Selatan akibat fenomena yang terjadi selama Presiden Yoon Suk Yeol menjabat. Oleh karena itu Korea Selatan harus merestorasi supremasi konstitusional dalam sistem pemakzulan, dan merevitalisasi dialog politik antarnegara Korea dan meningkatkan mekanisme checks and balances dalam sistem kepemerintahan.
Kata Kunci Sekuritisasi, Existential Threat, Korea Selatan, Pemakzulan, Darurat Militer
Kata Kunci Sekuritisasi, Existential Threat, Korea Selatan, Pemakzulan, Darurat Militer
Wahyudin Tanjung - Personal Name
122105006 - Wahyudin Tanjung
SKRIPSI PHI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
62 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...