Pengaruh Workload dan Perceived Organizational Support Terhadap Psychological Wellbeing Dengan Work Engagement Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada PT. XYZ)
Kesejahteraan psikologis (psychological wellbeing) karyawan menjadi isu penting dalam dunia kerja modern, khususnya pada industri dengan tingkat tuntutan dan risiko kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload dan perceived organizational support terhadap psychological wellbeing dengan work engagement sebagai variabel mediasi pada karyawan PT XYZ, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Penelitian ini didasarkan pada kerangka Job Demands–Resources (JD-R) Model, yang menekankan keseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya kerja dalam membentuk keterikatan serta kesejahteraan karyawan.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert lima poin terhadap 289 responden, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi 1.044 karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload dan perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological wellbeing, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, workload dan perceived organizational support juga berpengaruh signifikan terhadap work engagement, serta work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological wellbeing. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa work engagement memediasi secara parsial hubungan antara workload dan psychological wellbeing, serta antara perceived organizational support dan psychological wellbeing. Temuan ini menegaskan bahwa work engagement berperan sebagai mekanisme psikologis utama dalam menjembatani pengaruh tuntutan dan sumber daya kerja terhadap kesejahteraan psikologis karyawan.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam penguatan penerapan model JD-R pada konteks industri berisiko tinggi, serta memberikan implikasi praktis dan manajerial bagi organisasi dalam mengelola beban kerja, meningkatkan dukungan organisasi, dan memperkuat keterikatan kerja guna menjaga kesejahteraan psikologis karyawan secara berkelanjutan.
Kata kunci: workload, perceived organizational support, work engagement, psychological wellbeing, SEM-PLS
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert lima poin terhadap 289 responden, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi 1.044 karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload dan perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological wellbeing, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, workload dan perceived organizational support juga berpengaruh signifikan terhadap work engagement, serta work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological wellbeing. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa work engagement memediasi secara parsial hubungan antara workload dan psychological wellbeing, serta antara perceived organizational support dan psychological wellbeing. Temuan ini menegaskan bahwa work engagement berperan sebagai mekanisme psikologis utama dalam menjembatani pengaruh tuntutan dan sumber daya kerja terhadap kesejahteraan psikologis karyawan.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam penguatan penerapan model JD-R pada konteks industri berisiko tinggi, serta memberikan implikasi praktis dan manajerial bagi organisasi dalam mengelola beban kerja, meningkatkan dukungan organisasi, dan memperkuat keterikatan kerja guna menjaga kesejahteraan psikologis karyawan secara berkelanjutan.
Kata kunci: workload, perceived organizational support, work engagement, psychological wellbeing, SEM-PLS