Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Diplomasi olahraga Indonesia dengan FIFA untuk menjadi tuan rumah pada gelaran Piala Dunia FIFA U-17 2023

Penelitian ini menganalisis diplomasi olahraga Indonesia dengan FIFA dalam upaya memperoleh hak penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-17 2023. Konteks penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada Maret 2023 dan Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, yang menempatkan Indonesia dalam posisi diplomatik yang lemah di hadapan FIFA. Penelitian ini menggunakan perspektif liberalisme dalam hubungan internasional dan konsep soft power sebagai kerangka analisis, dengan pendekatan kualitatif melalui studi dokumen dan observasi terhadap peristiwa diplomatik yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menjalankan tiga strategi diplomasi olahraga secara bersamaan dalam berinteraksi dengan FIFA sebagai aktor non-negara penentu hak penyelenggaraan. Pertama, strategi pemulihan citra melalui reformasi kelembagaan nyata dan komunikasi strategis yang transparan kepada FIFA dan media internasional. Kedua, strategi pembangunan prestise melalui modernisasi infrastruktur stadion berdasarkan audit FIFA, pemanfaatan rekam jejak Asian Games 2018, dan diplomasi jaringan internasional. Ketiga, strategi pembangunan reputasi melalui reformasi sistemik keamanan stadion, keterbukaan penuh terhadap misi verifikasi FIFA, dan komitmen jangka panjang yang tercermin dalam Roadmap Reformasi Sepak Bola Indonesia 2023–2030.
Ketiga strategi tersebut berhasil memperoleh kembali kepercayaan FIFA, yang terwujud dalam penunjukan resmi Indonesia sebagai tuan rumah pada 23 Juni 2023 melalui Sidang Dewan FIFA, evaluasi positif dalam laporan teknis FIFA atas kesiapan venue, serta dukungan Asian Football Confederation kepada FIFA mengenai keandalan Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dalam kerangka liberalisme, kepentingan nasional dapat dicapai melalui komitmen terhadap norma dan standar internasional FIFA sebagai aktor non-negara yang berpengaruh, bukan melalui konfrontasi terhadap otoritasnya.

Kata Kunci: Diplomasi Olahraga, Soft Power, FIFA, Piala Dunia U-17, Liberalisme, Aktor Non-Negara
Rafif Baihaqi Ahmad - Personal Name
120105043 - Rafif Baihaqi Ahmad
SKRIPSI PHI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
79 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...