Pengaruh Beban Kerja, Stress Kerja, dan Fleksibilitas Terhadap Burnout Karyawan Operasional di PT. XYZ
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, stres kerja, dan fleksibilitas terhadap burnout pada karyawan operasional PT. XYZ yang bergerak di bidang logistik dan distribusi produk makanan beku di Kota Bekasi. Industri logistik memiliki tuntutan kerja yang tinggi, termasuk ketepatan waktu dan kondisi kerja fisik yang menantang, sehingga berpotensi menimbulkan burnout pada karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan operasional PT. XYZ sebanyak 120 orang yang dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap burnout. Sebaliknya, stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja yang dirasakan karyawan maka semakin tinggi tingkat burnout yang dialami. Sementara itu, fleksibilitas kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout, yang berarti semakin tinggi fleksibilitas kerja yang diberikan perusahaan maka semakin rendah tingkat burnout karyawan. Temuan ini mendukung teori Job Demands–Resources (JD-R) yang menyatakan bahwa sumber daya kerja, seperti fleksibilitas kerja, dapat mengurangi dampak negatif tuntutan pekerjaan terhadap kesejahteraan karyawan.
Kata kunci : Beban Kerja, Stres Kerja, Fleksibilitas Kerja, Burnout, SmartPLS
Kata kunci : Beban Kerja, Stres Kerja, Fleksibilitas Kerja, Burnout, SmartPLS
Noorchalim Amar - Personal Name
224110030 - Noorchalim Amar
Tesis PMM
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
113 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...