Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Partisipasi Relawan Dalam Membangun Sensemaking Untuk Percepatan Capaian Program Organisasi Nirlaba Masyarakat Adat (Studi Autoetnografi di Komunitas Adat Rantau Buta dan Kesunge, Paser, Kalimantan Timur)

Dalam organisasi nirlaba masyarakat adat yang memiliki dinamika tinggi, ketidakpastian dalam proses pengorganisasian sering menimbulkan hambatan komunikasi sehingga diperlukan penyamaan persepsi. Kondisi ini dipengaruhi oleh keberagaman latar sosial budaya, termasuk kehadiran relawan yang berasal dari luar komunitas adat. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menugaskan relawan untuk mendampingi PD AMAN Paser dalam pelaksanaan program pemetaan partisipatif di Komunitas Adat Rantau Buta dan Kesunge. Namun, relawan menghadapi ambiguitas komunikasi yang menyebabkan keterlambatan pengambilan keputusan, kebingungan terkait dana dan akomodasi, serta ketidakjelasan peran. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana relawan membangun makna kolektif di tengah ketidakpastian organisasi, pola komunikasi yang terbentuk, bentuk partisipasi yang dijalankan, hambatan yang muncul, serta cara penyelesaiannya. Menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan autoetnografi, peneliti terlibat langsung sebagai relawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi relawan dalam membangun sensemaking terjadi secara fisik dan simultan. Relawan berperan signifikan dalam mereduksi ketidakpastian organisasi berdasarkan model Weick’s Organizing yang mencakup empat tahapan: ecological change, enactment, selection, dan retention. Proses ini menggabungkan empat pola jaringan komunikasi organisasi: wheel, Y, chain, dan circle yang mencerminkan fleksibilitas struktur dan pergeseran otoritas komunikasi. Jaringan komunikasi relawan terbentuk secara posisional dan relasional, dengan hambatan yang bersumber dari faktor struktural, budaya, dan psikologis. Hambatan tersebut diatasi melalui pendekatan empatik dan kolaboratif melalui komunikasi antarpribadi, formal, informal, horizontal, kelompok, dan publik. Keterlibatan perempuan adat sebagai pengurus juga memperkuat proses sensemaking. Penelitian ini menegaskan bahwa proses sensemaking berlangsung dominan melalui interaksi tatap muka, menunjukkan pentingnya kehadiran fisik dalam membangun kepercayaan, makna bersama, dan kohesi organisasi di komunitas adat yang
berakar pada kelokalan Indonesia.

Kata Kunci: Partisipasi Relawan, Sensemaking, Komunikasi Organisasi, Organisasi Nirlaba, Masyarakat Adat
Daftar Pustaka: 107, 1955-2025
223221078 - Ageng Wuri Rezeki Afandiah
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
182 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...