Strategi Manajemen Krisis Komunikasi Produsen Alat Tulis Faber-Castell dalam Pengelolaan Isu Boikot Anti-Israel pada Konflik di Gaza
Krisis kemanusian yang terjadi di Gaza-Palestina akibat agresi Zionis Israel berdampak luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Palestina, namun juga mendorong terjadinya kampanye Anti- Israel melalui gerakan boikot, kepada produsen maupun produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen krisis komunikasi yang dilakukan oleh Faber-Castell International Indonesia, selalu pemegang merek Faber-Castell di Indonesia dalam mengatasi beberapa isu yang muncul. Salah satu isu yang menerpa Faber-Castell di Indonesia yakni adanya isu yang mengkaitkan Faber- Castell sebagai salah satu perusahaan atau merek yang mendukung agresi Israel. Pelaksanaan lomba gambar nasional Faber-Castell periode 2023/2024, berhadiah wisata ke Disneyland Hongkong, sebagai hadiah bagi para pemenang nasional. Landasan teori yang digunakan adalah Situational Crisis Communication Theory (SCCT) oleh Coombs, tahapan krisis oleh Steven Fink, dan manajemen komunikasi oleh Parag Diwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam praktiknya, krisis komunikasi bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja. Berdasarkan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) maka dapat disimpulkan bahwa krisis komunikasi yang terjadi pada Faber-Castell di Indonesia yang dikaitkan dengan seruan boikot, dapat didefinisikan sebagai victim cluster, yakni krisis yang memposisikan organisasi sebagai korban dari situasi krisis khususnya akibat desas-desus yang mengkaitkan merek Faber- Castell yang memiliki afiliasi dengan Israel serta memiliki atribusi tanggung jawab rendah. Secara keseluruhan Faber-Castell International Indonesia telah menerapkan strategi manajemen krisis komunikasi secara sangat baik, dengan mengacu kepada teori SCCT Coombs. Saran: Manajemen Faber-Castell harus memperbarui dan mengevaluasi strategi komunikasi mereka. Evaluasi pasca krisis adalah bagian penting dari manajemen krisis yang efektif.
Kata Kunci: Boikot, Faber-Castell, Krisis Komunikasi, Konflik di Gaza, Strategi Manajemen Komunikasi
Daftar Pustaka: 27 Buku + 18 Jurnal + 11 Artikel Web (1958–2025)
Kata Kunci: Boikot, Faber-Castell, Krisis Komunikasi, Konflik di Gaza, Strategi Manajemen Komunikasi
Daftar Pustaka: 27 Buku + 18 Jurnal + 11 Artikel Web (1958–2025)
Andri Kurniawan - Personal Name
223221014 - Andri Kurniawan
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
109 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...