Sustainable Marketing pengaruh Kampanye CSR Pada Brand Image
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kampanye Corporate Social Responsibility terhadap Brand Image yang dipresentasikan melalui variabel Perceived Green Image serta dampaknya pada Green Purchase Intention dan Green Purchase Behavior. Dengan mengintegrasikan perluasan Theory of Planned Behavior (TPB), studi ini juga menelaah peran moderasi dari Environmental Knowledge dan Innovativeness. Melalui pendekatan kuantitatif eksplanatori terhadap 102 responden yang didominasi oleh Gen Z dan Milenial, data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4.0.
Hasil analisis mengonfirmasi bahwa kampanye CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Green Image dan Green Purchase Intention (P- Value 0,000), di mana Perceived Green Image terbukti secara signifikan memediasi hubungan tersebut. Temuan lain menunjukkan bahwa Perceived Consumer Effectiveness menjadi pendorong kuat yang berpengaruh langsung pada perilaku pembelian nyata. Model ini memiliki daya prediksi yang baik dengan nilai R- Square sebesar 72,8% untuk Green Purchase Intention dan 61,7% untuk Green Purchase Behavior. Namun, seluruh hipotesis moderasi (H12-H15) ditolak, mengungkap adanya fenomena knowledge-action gap di mana tingkat Environmental Knowledge yang tinggi justru memicu skeptisisme yang menghambat niat beli. Secara manajerial, perusahaan disarankan untuk memprioritaskan aksi nyata CSR yang membangun koneksi emosional dibandingkan sekadar edukasi teknis.
Kata Kunci: CSR, Perceived Green Image, Green Purchase Behavior, PCE, Knowledge-Action Gap.
Hasil analisis mengonfirmasi bahwa kampanye CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Green Image dan Green Purchase Intention (P- Value 0,000), di mana Perceived Green Image terbukti secara signifikan memediasi hubungan tersebut. Temuan lain menunjukkan bahwa Perceived Consumer Effectiveness menjadi pendorong kuat yang berpengaruh langsung pada perilaku pembelian nyata. Model ini memiliki daya prediksi yang baik dengan nilai R- Square sebesar 72,8% untuk Green Purchase Intention dan 61,7% untuk Green Purchase Behavior. Namun, seluruh hipotesis moderasi (H12-H15) ditolak, mengungkap adanya fenomena knowledge-action gap di mana tingkat Environmental Knowledge yang tinggi justru memicu skeptisisme yang menghambat niat beli. Secara manajerial, perusahaan disarankan untuk memprioritaskan aksi nyata CSR yang membangun koneksi emosional dibandingkan sekadar edukasi teknis.
Kata Kunci: CSR, Perceived Green Image, Green Purchase Behavior, PCE, Knowledge-Action Gap.
Naufal Shofwan - Personal Name
223210192 - Naufal Shofwan
Tesis PMM
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
108 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...