Penerapan Prinsip-Prinsip High Reliability Communication (HRC) Dalam Kegiatan Orientasi Kepemimpinan Bagi Kepala Daerah (Studi Kasus Pada Retret Magelang 2025)
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 menghasilkan 37 pasangan gubernur/wakil gubernur, 415 pasangan bupati/wakil bupati, serta 93 pasangan wali kota/wakil wali kota. Selanjutnya, pada 20 Februari 2025, seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut dilantik secara serentak untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Dengan latar belakang sosial dan politik beragam, serta dalam situasi global yang ditandai oleh kondisi VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity), para pemimpin daerah dituntut untuk mampu membangun pemerintah daerah sebagai organisasi yang andal (high reliability organization). Dalam konteks ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi organisasi pemerintah daerah yang andal sejak awal masa kepemimpinan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan Orientasi Kepemimpinan bagi Kepala Daerah (Retret Magelang Tahun 2025). Kegiatan ini dirancang sebagai sarana internalisasi nilai dan pembentukan budaya organisasi yang berorientasi pada keandalan. Namun, keberhasilan pembentukan organisasi yang andal tersebut sangat bergantung pada efektivitas proses transfer nilai melalui penerapan prinsip-prinsip High Reliability Communication (HRC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip HRC dalam penyelenggaraan Retret Magelang Tahun 2025 serta mengkaji dampaknya terhadap kepemimpinan para peserta. Teori HRC yang dikemukakan oleh Sanders digunakan sebagai pisau analisis, dengan fokus pada prinsip-prinsip, yaitu kepemimpinan penuh perhatian, komitmen terhadap ketahanan, kesadaran situasional, penghormatan terhadap pengalaman, kesadaran kolektif dan individual terhadap risiko serta kegagalan, resistensi terhadap penyederhanaan yang berlebihan, dan budaya yang adil. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif serta metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara sistematis untuk memahami proses dan makna yang terbentuk selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip HRC telah diimplementasikan dalam pelaksanaan retret. Implementasi tersebut tidak hanya meningkatkan aspek kognitif peserta, tetapi juga mendorong transformasi yang lebih komprehensif pada pola pikir, strategi, dan praktik kepemimpinan. Para peserta mulai menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap risiko, bersikap lebih proaktif dalam mengantisipasi potensi permasalahan, serta memiliki kesadaran yang lebih kuat terhadap pentingnya ketelitian dalam mengidentifikasi tanda-tanda awal kegagalan.
Kata Kunci: Prinsip High Reliability Communication, Retret Magelang 2025, Kementerian Dalam Negeri, Kepala Daerah.
Daftar Pustaka: (Enam Puluh Empat (64), (1984-2026)
Kata Kunci: Prinsip High Reliability Communication, Retret Magelang 2025, Kementerian Dalam Negeri, Kepala Daerah.
Daftar Pustaka: (Enam Puluh Empat (64), (1984-2026)
Hari Prasetyo - Personal Name
223122027 - Hari Prasetyo
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
158 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...