Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Strategi Komunikasi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Dalam Mengatasi Permasalahan Dan Kenakalan Remaja

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh kebutuhan akan pengakuan sosial, kelekatan dengan kelompok sebaya, keinginan menunjukkan kemandirian, serta rasa ingin tahu yang tinggi. Kondisi tersebut, apabila tidak diimbangi dengan kemampuan pengambilan keputusan yang matang, dapat mendorong remaja terlibat dalam perilaku yang melampaui norma sosial maupun hukum. Selain itu, dinamika emosional yang intens pada masa remaja – seperti kebingungan identitas, ketidakstabilan emosi, dan tekanan lingkungan – sering kali memengaruhi cara remaja merespons situasi sosial. Fenomena ini tercermin dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, mulai dari tawuran, perkelahian, penyalahgunaan narkoba, perilaku asusila, pencurian, penipuan, vandalisme, hingga kebut-kebutan di jalan raya. Oleh karena itu, penanganan permasalahan dan kenakalan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif pemerintah melalui peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh PKB dalam mengatasi permasalahan dan kenakalan remaja di SMAN 1 Kecamatan Cikarang Timur dengan menggunakan pendekatan Behavior Change Communication (BCC) dan Elaboration Likelihood Model (ELM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa SMA di Kecamatan Cikarang Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan PKB dan siswa, serta observasi kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi PKB memadukan penggunaan jalur sentral dan jalur periferal secara seimbang. Jalur sentral diwujudkan melalui penyampaian pesan yang rasional, relevan, dan berbasis diskusi, sehingga mendorong remaja untuk memahami secara mendalam dampak perilaku kenakalan remaja. Sementara itu, jalur periferal dimanfaatkan melalui gaya komunikasi yang santai, penggunaan media visual, serta daya tarik komunikator. Gaya komunikasi PKB yang ramah, tenang, dan tidak menghakimi terbukti meningkatkan perhatian dan keterlibatan remaja selama proses penyuluhan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis dalam pengembangan kebijakan dan program pencegahan kenakalan remaja melalui pendekatan komunikasi yang terintegrasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas.
Kata kunci: strategi komunikasi, penyuluh keluarga berencana, kenakalan remaja, Elaboration Likelihood Model (ELM), behavior change communication (BCC).
223122009 - Anna Ruhaya Minolia Sukarni
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
119 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...