Strategi Kampanye Media Sosial Instagram pada Pemenangan Dimaz Raditya Soesatyo pada Pemilihan Legislatif DPRD DKI Jakarta Tahun 2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik yang diterapkan oleh Dimaz Raditya Soesatyo melalui media sosial Instagram dalam upaya pemenangannya pada Pemilihan Legislatif DPRD DKI Jakarta tahun 2024. Di era digital, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai ruang kontestasi simbolik untuk membangun kedekatan emosional dengan konstituen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menggunakan landasan teori Konvergensi Simbolik (Symbolic Convergence Theory) dari Ernest Bormann untuk membedah bagaimana narasi kampanye bertransformasi menjadi visi bersama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dimaz Raditya Soesatyo berhasil menerapkan strategi "Digitalisasi Berbasis Relasi" dengan memposisikan dirinya sebagai The Connected & Powerful Networker. Melalui produksi "tema fantasi" (fantasy themes) yang konsisten mengenai keterwakilan generasi muda dan keberlanjutan pembangunan, tercipta sebuah rhetorical vision yang menyatukan pemilih di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Jakarta. Keberhasilan meraih 27.693 suara divalidasi oleh kemampuan pengemasan konten yang bersifat personal dan partisipatif, yang mampu memicu resonansi emosional di tengah persaingan ketat antarcalon legislatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi simbolik di media sosial menjadi faktor kunci dalam mengubah modal digital menjadi modal politik elektoral yang nyata.
Kata Kunci: Komunikasi Politik, Instagram, Strategi Kampanye, Konvergensi Simbolik, Dimaz Raditya Soesatyo, Pemilu 2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dimaz Raditya Soesatyo berhasil menerapkan strategi "Digitalisasi Berbasis Relasi" dengan memposisikan dirinya sebagai The Connected & Powerful Networker. Melalui produksi "tema fantasi" (fantasy themes) yang konsisten mengenai keterwakilan generasi muda dan keberlanjutan pembangunan, tercipta sebuah rhetorical vision yang menyatukan pemilih di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Jakarta. Keberhasilan meraih 27.693 suara divalidasi oleh kemampuan pengemasan konten yang bersifat personal dan partisipatif, yang mampu memicu resonansi emosional di tengah persaingan ketat antarcalon legislatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi simbolik di media sosial menjadi faktor kunci dalam mengubah modal digital menjadi modal politik elektoral yang nyata.
Kata Kunci: Komunikasi Politik, Instagram, Strategi Kampanye, Konvergensi Simbolik, Dimaz Raditya Soesatyo, Pemilu 2024.
Farid Irawan - Personal Name
223122005 - Farid Irawan
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
82 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...