Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Interaksi Parasosial Audiens dan Presenter di Media Sosial (Studi Kasus Presenter Televisi INews)

Penelitian ini berfokus pada pembentukan dan perkembangan relasi antara audiens televisi dan presenter melalui interaksi di media sosial, khususnya pada platform Instagram dan TikTok. Penelitian ini mencoba mengangkat berbagai macam wujud, intensitas, serta dinamika interaksi parasosial dan bagaimana kondisi tersebut dapat memengaruhi kedekatan emosional audiensi dengan presenter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan teknik wawancara yang mendalam kepada lima presenter aktif dari stasiun televisi iNews dan empat audiensi televisi yang secara konsisten berpartisipasi di media sosial.
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada konsep interaksi parasosial yang diperkenalkan oleh Horton dan Wohl (1956), yang menjelaskan kecenderungan audiensi untuk membangun ilusi kedekatan dengan figur media seolah berinteraksi secara nyata. Analisis pengalaman parasosial juga diperkuat dengan model tahapan perkembangan hubungan parasosial yang dikemukakan Tukachinsky dan Stever (2019), yang meliputi fase inisiasi, percobaan, intensifikasi, dan integrasi. Selain itu penelitian ini juga menggunakan Teori Uses and Gratifications di mana audiensi memiliki kebebasan dan berperan aktif dalam memilih dan menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain itu konsep konvergensi media turut digunakan untuk memperkaya kerangka analisis.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi di media sosial antara presenter dan audiensi dapat menciptakan hubungan yang lebih personal di antara keduanya. TikTok membuka ruang komunikasi yang lebih cepat dan interaktif hingga mampu menghasilkan rasa kedekatan instan, sementara Instagram meski berjalan lebih lambat dan perlahan namun mampu membangun sebuah hubungan yang menekankan pada relasi yang berkelanjutan. Audiens secara bertahap membangun keterikatan emosional dengan presenter hingga akhirnya sosok presenter dapat menjadi bagian dari identitas personal mereka, selain itu interaksi yang terjadi di sosial media dapat memperkuat loyalitas terhadap program yang dibawakan presenter.
Sebagai kesimpulan, media sosial telah menggeser pola relasi tradisional interaksi parasosial satu arah menjadi interaksi dua arah yang lebih dinamis dan emosional. Presenter kini tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi dan wajah sebuah program, melainkan juga sebagai figur yang mampu menumbuhkan rasa kedekatan sekaligus memberi inspirasi bagi audiensi di ruang digital.

Kata kunci: Hubungan Parasosial, Horton dan Wohl, Presenter Televisi, TikTok, Instagram, Keterlibatan Audiens
Gede Satria Wibawa - Personal Name
223121081 - Gede Satria Wibawa
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
165 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...