Dakwah Digital dan Tradisi Ilmiah Islam: Studi Religiusitas dan Rasionalitas dalam Konten Dakwah di Platform Youtube
Penelitian ini mengkaji hubungan antara dakwah digital dan tradisi ilmiah Islam melalui analisis religiusitas dan rasionalitas dalam konten dakwah di platform YouTube. Studi ini berangkat dari asumsi bahwa transformasi media telah menggeser pola transmisi otoritas keagamaan dari ruang-ruang konvensional menuju ruang digital, sehingga memengaruhi cara ajaran Islam dipahami, disebarkan, dan diperdebatkan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis netnografi dan analisis wacana kritis, penelitian ini menelaah delapan konten dakwah yang dipilih berdasarkan tingkat popularitas, representasi corak pemikiran (tekstual-tradisional dan modern-rasional), serta keberagaman gender penceramah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten dakwah di YouTube merepresentasikan spektrum rasionalitas yang beragam. Sebagian konten menampilkan doktrinal-literalistik yang menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran tunggal dan membatasi peran akal pada fungsi justifikasi normatif. Sementara itu, konten lain memperlihatkan pendekatan integratif yang berupaya mendialogkan ajaran Islam dengan sains, filsafat, dan problem kemodernan. Dalam konteks religiusitas, ditemukan kecenderungan penguatan identitas keagamaan berbasis kepatuhan normatif, namun juga muncul model religiusitas reflektif yang mendorong keterbukaan intelektual.
Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital bukan sekadar media penyampaian pesan, melainkan arena produksi wacana yang membentuk cara umat memahami relasi antara wahyu, akal, dan realitas sosial. Dengan demikian, revitalisasi tradisi ilmiah Islam di ruang digital memerlukan pendekatan epistemologis yang kritis agar dakwah tidak terjebak pada simplifikasi doktrin, melainkan mampu menghidupkan kembali dialektika intelektual yang menjadi ciri peradaban Islam klasik.
Kata kunci: dakwah digital, tradisi ilmiah Islam, religiusitas, rasionalitas, YouTube.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten dakwah di YouTube merepresentasikan spektrum rasionalitas yang beragam. Sebagian konten menampilkan doktrinal-literalistik yang menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran tunggal dan membatasi peran akal pada fungsi justifikasi normatif. Sementara itu, konten lain memperlihatkan pendekatan integratif yang berupaya mendialogkan ajaran Islam dengan sains, filsafat, dan problem kemodernan. Dalam konteks religiusitas, ditemukan kecenderungan penguatan identitas keagamaan berbasis kepatuhan normatif, namun juga muncul model religiusitas reflektif yang mendorong keterbukaan intelektual.
Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital bukan sekadar media penyampaian pesan, melainkan arena produksi wacana yang membentuk cara umat memahami relasi antara wahyu, akal, dan realitas sosial. Dengan demikian, revitalisasi tradisi ilmiah Islam di ruang digital memerlukan pendekatan epistemologis yang kritis agar dakwah tidak terjebak pada simplifikasi doktrin, melainkan mampu menghidupkan kembali dialektika intelektual yang menjadi ciri peradaban Islam klasik.
Kata kunci: dakwah digital, tradisi ilmiah Islam, religiusitas, rasionalitas, YouTube.
Renaldi Prasatya Saputra - Personal Name
224141008 - Renaldi Prasatya Saputra
TESIS PMA
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
370 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...