Internal Branding Dalam Proses Perubahan Organisasi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana internal branding dapat mendukung proses perubahan organisasi pada Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan (LPPOM) sebagai dampak pelaksanaan Undang-Undang Jaminan Produk Halal No. 33 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan responden, observasi, dan analisis eksploratif. Analisis data dilakukan dengan menyusun data wawancara, menguji kesimpulan dengan bukti yang ada, serta menarik kesimpulan dari data yang telah diproses melalui metode Miles dan Huberman, dengan menggunakan kerangka perubahan organisasi yang dikemukakan oleh Kurt Lewin sebagai teori utama serta mekanisme internal branding Khanyapuss Punjaisri et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal branding memainkan peran penting dalam membantu karyawan memahami arah perubahan organisasi. Pada tahap unfreezing, organisasi melakukan komunikasi internal dan sosialisasi nilai-nilai kelembagaan untuk membangun kesadaran karyawan mengenai pentingnya perubahan. Pada tahap movement, internal branding diwujudkan melalui reformulasi nilai merek, komunikasi internal adaptif, pelatihan dan pengembangan karyawan, perubahan sistem kerja dan proses bisnis, serta pengembangan kompetensi SDM. Sedangkan pada tahap refreezing, terjadi penetapan kebijakan dan standar prosedur operasional baru, internalisasi nilai dan budaya kerja baru, serta penguatan sistem evaluasi kinerja SDM. Melalui pendekatan internal branding yang digunakan berupa internalisasi sikap dan perilaku karyawan yang diwujudkan dalam identifikasi merek, komitmen terhadap merek, dan loyalitas merek, saat ini karyawan LPPOM telah memiliki perkembangan positif dalam membentuk komitmen kinerja terhadap merek (brand performance) bagi perusahaan LPPOM. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan perubahan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan struktural, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam menanamkan pemahaman dan komitmen karyawan terhadap nilai dan identitas lembaga. Oleh karena itu, internal branding menjadi instrumen penting dalam menyelaraskan nilai organisasi dengan perilaku karyawan sehingga dapat mendukung keberlanjutan perubahan organisasi.
Kata kunci: internal branding, perubahan organisasi, komunikasi internal, budaya organisasi, LPPOM.
Kata kunci: internal branding, perubahan organisasi, komunikasi internal, budaya organisasi, LPPOM.
Maria Advianti - Personal Name
221210080 - Maria Advianti
Tesis PMM
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
151 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...