Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Filsafat Eksistensialisme Jean-Paul Sartre dalam Novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho

Skripsi ini berjudul Filsafat Eksistensialisme Jean-Paul Sartre dalam Novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho. Masalah pokok dalam skripsi ini adalah bagaimana filsafat eksistensialisme Jean-Paul Sartre dalam novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan corak library research yang menggunakan metode deksriptif, historis, dan analitis. Metode analisis data dalam penelitian skripsi ini menggunakan pendekatan filosofis. Pengumpulan data pustaka diperoleh dari berbagai buku, jurnal dan referensi yang berhubungan dengan objek kajian penulis tentang pemikiran filsafat eksistensialisme Jean-Paul Sartre yang terkandung dalam novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa dalam eksistensialisme Sartre menegaskan manusia adalah makhluk yang bebas dan bertanggung jawab atas keberadaannya sendiri. Prinsip eksistensi mendahului esensi menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki hakikat yang telah ditentukan sebelumnya, melainkan membentuk dirinya melalui pilihan dan tindakan yang dilakukan secara sadar. Kebebasan tersebut tidak terpisah dari tanggung jawab, sebab setiap pilihan memiliki konsekuensi eksistensial yang harus ditanggung oleh individu. Dalam kondisi ini, manusia sering mengalami kecemasan, kegelisahan, dan keterasingan, namun melalui kesadaran akan kebebasan dan tanggung jawab itulah manusia dapat mencapai kehidupan yang autentik. Pemikiran eksistensialisme Sartre tercermin dalam perjalanan tokoh Santiago dalam novel Sang Alkemis, yang menggambarkan manusia sebagai subjek yang bebas menentukan arah hidupnya melalui pencarian makna dan jati diri. Keputusan Santiago untuk meninggalkan zona nyaman dan mengejar “Legenda Pribadi” menunjukkan kebebasan eksistensial, sedangkan pengalaman penderitaan, keraguan, dan perjuangan yang dialaminya mencerminkan tanggung jawab eksistensial dalam proses pembentukan dirinya. Melalui perjalanan tersebut, makna hidup tidak ditemukan secara pasif, melainkan diciptakan melalui pilihan, tindakan, dan kesadaran diri, sehingga manusia mencapai keotentikan dalam hidupnya. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa novel Sang Alkemis tidak hanya mengandung pesan simbolik dan spiritual, tetapi juga merepresentasikan gagasan eksistensialisme Sartre tentang kebebasan, tanggung jawab, dan pembentukan makna hidup manusia.

Kata Kunci: Jean-Paul Sartre, Eksistensialisme, Paulo Coelho, Sang Alkemis, Manusia.
Muhammad Thaba Pamungkas - Personal Name
119104016 - Muhammad Thaba Pamungkas
SKRIPSI PFA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2026
Jakarta
139 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...