Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Komunikasi Pemasaran Outlet Local Pride Spot Dalam Mendukung Penjualan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Mitra Binaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Penelitian ini mengkaji komunikasi pemasaran outlet Local Pride Spot (LPS) sebagai strategi dalam mendukung penjualan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero). LPS hadir sebagai inovasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo yang berfungsi sebagai pusat promosi, display, sekaligus penjualan produk UMK. Kehadiran outlet ini diharapkan mampu menjadi sarana strategis dalam memperkuat posisi UMK di tengah persaingan produk lokal dan asing. Namun demikian, terdapat beberapa masalah yang mendasari penelitian ini, antara lain keterbatasan jangkauan promosi digital, rendahnya kesadaran konsumen terhadap nilai produk UMK, serta kurangnya konsistensi branding. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan outlet belum sepenuhnya dimanfaatkan optimal baik oleh pelaku UMK maupun konsumen, sehingga perannya sebagai saluran komunikasi pemasaran masih perlu diperkuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi bersama pengelola LPS, pelaku UMK, serta konsumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan landasan Teori Difusi Inovasi (Everett Rogers) serta konsep Marketing Mix 7P (Booms & Bitner). Teori Difusi Inovasi digunakan untuk menjelaskan bagaimana LPS sebagai ide baru didiseminasikan, diterima, dan diadopsi oleh target audiens, baik pelaku UMK sebagai pengguna program maupun konsumen sebagai penerima pesan pemasaran. Sementara itu,
marketing mix 7P membantu menjelaskan strategi implementasi pemasaran yang dijalankan melalui aspek produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPS mampu berperan sebagai saluran komunikasi efektif dalam memperkenalkan nilai produk UMK melalui kemasan yang menarik, harga kompetitif, lokasi outlet yang strategis, serta interaksi langsung antara penjual dan konsumen. Meski demikian, faktor keterbatasan promosi digital, rendahnya awareness, dan lemahnya konsistensi branding masih menjadi hambatan dalam memperluas jangkauan dan mempercepat adopsi inovasi. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi komunikasi pemasaran outlet berbasis difusi inovasi berkontribusi signifikan dalam meningkatkan penjualan, membangun kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, dan memastikan keberlanjutan UMK di era persaingan global.

Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, UMK, Difusi Inovasi, Marketing Mix, Local Pride Spot
223221003 - Maria Lucyane Dwiyanti Simatupang
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
143 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...