Pertarungan Wacana dan Aktivisme Siber Anak Abah di Pilkada Jakarta 2024
Minggu, 8 Desember 2024, KPU DKI Jakarta menetapkan pasangan calon nomor urut 3 Pramono-Rano sebagai pemenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 2024, mengalahkan Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana. Kemenangan Pramono Anung-Rano Karno atau Si Doel tidak bisa dilepaskan dari peran Anies Baswedan. Nama mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022 ini memang sempat mencuat ke permukaan dan disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon kepala daerah di Jakarta. Namun dengan segala dinamika yang terjadi, Anies “gagal berlayar” di Pilgub Jakarta. Gagalnya Anies berlaga di pemilihan kepala daerah (pilkada) Jakarta menuai banyak reaksi. Para pendukung yang sudah setia menyokong sejak Anies berkompetisi di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 menyatakan kekecewaannya. Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta bahkan menginisiasi Gerakan Coblos Semua (Gercos). Gerakan ini disebut sebagai pembangkangan elektoral karena partai politik dianggap tidak mengakomodasi kepentingan rakyat. Di sisi lain, loyalis Anies, Geisz Chalifah, tetap pada pendiriannya mendukung Paslon nomor urut 3, Pram-Rano, setelah Anies menyatakan dukungannya pada pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut. Dengan analisis wacana model Roger Fowler, terlihat bahwa “Anak Abah” mempertahankan
ideologinya masing-masing di media sosial. Meski tidak saling serang satu sama lain, mereka berusaha untuk meraih legitimasi dari publik, baik yang coblos semua maupun yang mendukung Pram-Rano. Sementara analisis aktivisme siber model Sandoval dan Garcia melihat bagaimana kedua “kubu” ini memanfaatkan semua sumber daya, baik daring maupun luring untuk bisa mencapai tujuannya. Hasilnya, dari penelitian ini terungkap bahwa Gercos dan Pram-Rano sama-sama menang.
Kata kunci: Anies Baswedan, Jaringan Miskin Rakyat Kota (JRMK) Jakarta, Gerakan Coblos Semua (Gercos), Giesz Chalifah, Pilkada Jakarta 2024, Pramono Anung, Rano Karno.
ideologinya masing-masing di media sosial. Meski tidak saling serang satu sama lain, mereka berusaha untuk meraih legitimasi dari publik, baik yang coblos semua maupun yang mendukung Pram-Rano. Sementara analisis aktivisme siber model Sandoval dan Garcia melihat bagaimana kedua “kubu” ini memanfaatkan semua sumber daya, baik daring maupun luring untuk bisa mencapai tujuannya. Hasilnya, dari penelitian ini terungkap bahwa Gercos dan Pram-Rano sama-sama menang.
Kata kunci: Anies Baswedan, Jaringan Miskin Rakyat Kota (JRMK) Jakarta, Gerakan Coblos Semua (Gercos), Giesz Chalifah, Pilkada Jakarta 2024, Pramono Anung, Rano Karno.
Ari Yulianto Nugroho - Personal Name
223122036 - Ari Yulianto Nugroho
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
156 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...