Negara Tahu Kami Ada, Tapi Pura-Pura Tak Melihat” (Studi Fenomenologis Orientasi Komunikasi Kelompok Co-Cultural Transpuan Lanjut Usia dalam Ruang )Demokrasi di Indonesia
Kelompok transpuan lanjut usia di Indonesia menghadapi diskriminasi berlapis akibat identitas gender dan usia, yang menyebabkan mereka tereksklusi dari ruang-ruang demokrasi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pembungkaman yang dialami kelompok ini serta menganalisis strategi komunikasi yang digunakan dalam merespons dominasi sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan melakukan observasi terhadap transpuan lansia di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembungkaman terjadi melalui hambatan administratif, stigmatisasi media, dan minimnya representasi dalam kebijakan publik. Strategi komunikasi yang dominan digunakan adalah nonassertive-accommodation, yang merefleksikan upaya adaptif dalam menghadapi tekanan struktural tanpa konfrontasi langsung. Studi ini menyoroti bahwa demokrasi Indonesia belum sepenuhnya inklusif terhadap kelompok rentan. Oleh karena itu, diperlukan reformasi kebijakan berbasis interseksionalitas untuk memastikan partisipasi politik yang setara dan pengakuan hak-hak sipil kelompok transpuan lansia.
Kata kunci: Transpuan Lanjut Usia, Pembungkaman, Komunikasi Co-cultural, Demokrasi, Interseksionalitas
Kata kunci: Transpuan Lanjut Usia, Pembungkaman, Komunikasi Co-cultural, Demokrasi, Interseksionalitas
Dony Putro Herwanto - Personal Name
223122035 - Dony Putro Herwanto
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
204 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...