Analisis Semiotika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Media Kampanye Politik Prabowo-Gibran pada Pemilihan Umum Tahun 2024
Pemilihan Umum 2024 menjadi momentum penting dalam lanskap komunikasi politik Indonesia yang ditandai dengan pergeseran strategi kampanye ke arah digitalisasi dan estetika visual yang lebih populis. Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto– Gibran Rakabuming Raka tampil sebagai representasi transformasi citra politik yang kompleks. mPrabowo, yang secara historis diasosiasikan dengan citra militeristik dan otoritarian, serta Gibran yang lekat dengan isu regenerasi dalam dinasti politik, mengalami rekonfigurasi simbolik melalui visualisasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI). Figur keduanya dihadirkan dalam bentuk kartun AI yang menyenangkan, muda, dan bersahabat, yang secara strategis digunakan untuk mereduksi ketegangan simbolik dan membangun kedekatan emosional dengan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana AI digunakan dalam media kampanye visual—terutama baliho dan video kampanye resmi—untuk membentuk persepsi publik dan membangun identitas politik baru yang lebih diterima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), model segitiga makna Charles Sanders Peirce (representamen, objek, interpretant), serta teori multimodalitas Kress & van Leeuwen yang menekankan pada interaksi antara teks, visual, gestur, suara, dan ruang dalam pembentukan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam baliho politik menghasilkan efek visual yang merombak citra formal menjadi lebih humanis dan populis. Kartunisasi Prabowo- Gibran membawa konotasi kedekatan, keakraban, dan kesederhanaan, yang pada level mitos membangun narasi pemimpin ideal yang dekat dengan rakyat. Model Peirce memperlihatkan bahwa representamen visual tersebut secara aktif mengarahkan interpretasi publik kepada figur pemimpin yang tidak mengancam, bahkan menyenangkan. Sementara itu, video kampanye bertajuk “Prabowo Gibran Memang Istimewa” menunjukkan integrasi kuat antar modalitas visual, auditori, linguistik, dan spasial, yang secara kolektif menyampaikan pesan tentang kesinambungan kepemimpinan, inklusi politik, dan nasionalisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan AI dalam komunikasi politik tidak hanya memperkuat daya tarik estetis, tetapi juga menjadi alat rekayasa identitas politik yang strategis dalam membentuk opini publik, terutama di kalangan generasi muda yang aktif secara digital. Temuan ini memperluas pemahaman tentang peran teknologi digital dalam praktik representasi politik kontemporer serta menunjukkan pentingnya pendekatan semiotik multimodal dalam membedah praktik komunikasi politik di era disrupsi teknologi.
Kata kunci: komunikasi politik; Artificial Intelligence; semiotika visual; multimodalitas
Kata kunci: komunikasi politik; Artificial Intelligence; semiotika visual; multimodalitas
Bunga Leonnaricha Firsta Dysie - Personal Name
223122017 - Bunga Leonnaricha Firsta Dysie
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
140 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...