Makna Nama ‘Doel’ Dalam Persepektif Budaya Betawi Pada e-Flyer Akun Instagram @si.rano Di Kampanye Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta Tahun 2024
Pemilihan Kepala Daerah serentak yang diadakan di 545 daerah termasuk DKI Jakarta pada 27 November 2024, dimaksudkan untuk menjadi proses pemilihan pemimpin yang demokratis dan juga sebagai tempat untuk berbicara tentang politik dan menciptakan profil kandidat. Strategi simbolik menjadi komponen penting yang digunakan oleh para kandidat dalam situasi ini untuk menarik perhatian pemilih. Kampanye Rano Karno menghidupkan kembali nama "Doel", karakter utama dalam Si Doel Anak Sekolahan yang terkenal. Meskipun nama tersebut bukan identitas asli, ia telah melekat kuat dalam ingatan masyarakat Jakarta, terutama Betawi, sebagai simbol kesederhanaan, kejujuran, dan kerja keras, serta kedekatan dengan kehidupan kelas menengah ke bawah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi konten e-flyer kampanye yang dapat ditemukan di akun Instagram @si.rano, ditambah dengan penelitian literatur tentang budaya Betawi, komunikasi politik, dan teori semiotika. Untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam penggunaan nama "Doel", analisis data menggunakan semiotika Roland Barthes. Proses analisis mencakup identifikasi tanda visual dan verbal pada e-flyer, menginterpretasikan simbol berdasarkan konteks budaya, dan menghasilkan makna yang lebih luas yang berkaitan dengan citra politik kandidat. Penelitian menunjukkan bahwa "Doel" berfungsi sebagai simbol budaya lokal yang efektif untuk membangun narasi politik Rano Karno. Pada tingkat denotasi, "Doel" merujuk pada tokoh populer yang akrab bagi masyarakat, dan pada tingkat konotasi, "Doel" menggambarkan nilai-nilai moral dan kultural khas Betawi yang mencerminkan kedekatan kandidat dengan rakyat kecil. Pada tingkat mitos, "Doel" dianggap sebagai simbol Betawi yang menghubungkan identitas lokal dengan arena politik kontemporer. Oleh karena itu, nama "Doel" tidak hanya memperkuat citra Rano Karno sebagai simbol anak Betawi, tetapi juga menjadi strategi komunikasi politik yang dapat meningkatkan kepercayaan publik dan memberikan harapan baru kepada warga Jakarta.
Kata Kunci: Pilkada, Jakarta, Rano Karno, Doel, Politik, Budaya Betawi
Kata Kunci: Pilkada, Jakarta, Rano Karno, Doel, Politik, Budaya Betawi
Ikhsan Rahmadi - Personal Name
223122032 - Ikhsan Rahmadi
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
93 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...