Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Persepsi Pemilih Terhadap Konten Calon Legislatif Perempuan Tentang Anti Politik Uang Dalam Kampanye Pemilihan Anggota Dprd Di Media Sosial (Studi Kasus di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten)

Fenomena politik uang masih menjadi praktik yang kuat melekat dalam pemilu Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Observasi lapangan menunjukkan bahwa pembagian uang, sembako, maupun bantuan sosial tetap menjadi strategi dominan dalam menarik simpati pemilih, meskipun praktik tersebut telah dilarang secara hukum. Dalam konteks ini, caleg perempuan hadir dengan menawarkan alternatif kampanye berbasis integritas melalui media sosial, dengan menekankan narasi penolakan terhadap politik uang. Fenomena tersebut menjadi menarik untuk dikaji, karena memperlihatkan bagaimana komunikasi politik digital berhadapan dengan budaya politik transaksional yang masih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi pemilih terhadap konten kampanye anti-politik uang yang disampaikan caleg perempuan melalui media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivis, melalui teknik focus group discussion (FGD) dan observasi terhadap konten digital. Informan dipilih secara purposif, terdiri dari enam pemilih aktif yang berdomisili di enam kecamatan berbeda di Kabupaten Tangerang. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk menemukan pola persepsi, faktor pembentuknya, serta respons pemilih terhadap strategi komunikasi politik yang menolak praktik politik uang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pemilih menilai pesan anti-politik uang sebagai hal positif dan sesuai dengan nilai demokrasi, namun perilaku aktual masih dipengaruhi oleh harapan imbalan material. Media sosial, terutama TikTok, dinilai efektif sebagai sarana penyebaran pesan cepat dan menarik, tetapi belum mampu menggantikan efektivitas komunikasi langsung melalui interaksi tatap muka. Caleg perempuan dianggap memiliki keunggulan dalam gaya komunikasi yang emosional dan persuasif, namun tetap menghadapi tantangan struktural berupa budaya politik pragmatis. Temuan ini menegaskan bahwa strategi komunikasi politik etis hanya dapat berhasil bila mengombinasikan kampanye digital dengan kehadiran nyata di masyarakat. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman mengenai tantangan komunikasi politik caleg perempuan dalam membangun kredibilitas, serta pentingnya integrasi antara narasi anti-politik uang di ruang digital dan aksi nyata di lapangan.

Kata kunci: politik uang, caleg perempuan, media sosial, persepsi pemilih,
Desy Nike Ria - Personal Name
223222016 - Desy Nike Ria
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
98 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...