Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Sertifikasi Fairtrade Dalam Halal Sustainable Farming (HSF): Membangun Tata Niaga Ekspor Yang Transparan Dan Berkeadilan Di Sektor Pertanian

Pertumbuhan pasar halal global dan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan telah mendorong permintaan terhadap produk pertanian yang tidak hanya memenuhi standar halal, tetapi juga selaras dengan prinsip perdagangan yang adil dan transparan. Halal Sustainable Farming (HSF) mengintegrasikan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam sistem pertanian berbasis prinsip Islam, sedangkan sertifikasi Fairtrade menjamin kesejahteraan petani melalui mekanisme harga yang lebih adil, akses pasar yang lebih luas, serta praktik perdagangan yang lebih etis. Meskipun kedua konsep ini memiliki kesamaan dalam hal keadilan dan keberlanjutan, implementasinya masih berjalan secara terpisah tanpa adanya model integrasi yang jelas dalam sistem agribisnis global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik temu antara sertifikasi Fairtrade dan HSF, serta mengeksplorasi potensi integrasi keduanya dalam membangun sistem pertanian yang lebih inklusif dan berkeadilan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan ahli sertifikasi Fairtrade yang juga berperan sebagai inspektor dari lembaga sertifikasi internasional, serta telaah literatur yang relevan. Selain itu, analisis SWOT diterapkan guna mengevaluasi peluang, tantangan, serta strategi optimal dalam menyelaraskan kedua sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi Fairtrade berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani serta akses ke pasar premium, sementara HSF memastikan kepatuhan terhadap standar halal dan keberlanjutan yang lebih komprehensif. Selain itu, Fairtrade menjadi instrumen utama bagi produk pertanian Indonesia untuk menembus pasar global, khususnya Eropa dan Amerika, yang memiliki standar ketat terhadap keberlanjutan dan perdagangan adil. Namun, hambatan seperti biaya sertifikasi yang tinggi serta kurangnya pemahaman petani mengenai kedua standar ini tetap menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih adaptif, insentif bagi petani, serta kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, dan komunitas pertanian guna menciptakan sistem sertifikasi yang lebih terintegrasi dan efektif.
Kata kunci: Halal Sustainable Farming, Sertifikasi Fairtrade, Keberlanjutan, Perdagangan Adil, Agribisnis Global
Jimmi Qizwini - Personal Name
223110148 - Jimmi Qizwini
TESIS PMM
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
84 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...