Strategi Komunikasi Krisis PT. Sumbawa Timur Mining Pada Kasus Aksi Unjuk Rasa Masyarakat Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu
Krisis merupakan sebuah keadaan yang merugikan. Kondisi-kondisi dikatakan sebagai krisis apabila memberi kerugian pada organisasi atau lembaga yang penyebabnya bisa faktor internal dan eksternal. Krisis yang bersumber dari internal seperti kelalaian organisasi, masalah keuangan, masalah hukum, konflik internal, kesalahan mengambil keputusan yang berujung pada kerusakan reputasi. Sedangkan dari faktor eksternal bisa disebabkan oleh bencana alam, boikot produk, perubahan regulasi hingga perubahan teknologi yang mengancam industri. Kondisi yang melanda PT Sumbawa Timur Mining adalah aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kurang lebih 200 warga dari Desa Marada dan Desa Hu’u, buntut dari penahanan warga oleh Polres Dompu karena laporan perusahaan. Krisis yang dialami hadapi oleh perusahaan Sumbawa Timur Mining (STM) merupakan krisis komunikasi kategori krisis korban dan krisis yang disengaja. Kategori krisis korban karena perusahaan mengalami kerugian akibat pengerusakan dan pembakaran oleh pengunjuk rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi perusahaan Sumbawa Timur Mining dalam kasus aksi unjuk rasa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan bersifat eksploratif berdasarkan teori strategi komunikasi krisis situasional. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan menggunakan berbagai strategi respon krisis dengan diminish strategy dan rebuild strategy. Selain strategi respon krisis, PT STM melakukan deteksi dini terhadap potensi krisis dengan membangun komunikasi persuasif terhadap warga yang ditahan beserta keluarganya bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA) Kecamatan Hu’u. Perusahaan kemudian melakukan pencegahan krisis berlanjut dengan melaporkan pelaku yang tanpa disadari menimbulkan gejolak unjuk rasa hingga pengerusakan dan pembakaran beberapa fasilitas perusahaan. Melalui crisis management team oleh community relations dan community development, perusahaan menghentikan aktivitas sementara perusahaan selama 10 hari kerja. Sementara untuk memperkuat persepsi positif publik, perusahaan mengunakan strategi engagement dan komunikasi media dengan muatan majalah “Bune Haba” dan laporan pertriwulan melalui website perusahaan dan melaksanakan program corporate social responsibility hingga terlibat langsung didalam kegiatan sosial keagamaan.
Kata Kunci: Unjuk rasa, komunikasi krisis situasional.
Daftar Pustaka: Terdiri dari 30 pustaka yang diantaranya buku (1992-2023) dan jurnal (2018 s.d 2024).
Kata Kunci: Unjuk rasa, komunikasi krisis situasional.
Daftar Pustaka: Terdiri dari 30 pustaka yang diantaranya buku (1992-2023) dan jurnal (2018 s.d 2024).