Analisis Volatilitas Harga Saham di Pasar Modal Syariah dengan Pendekatan Garch
Volatilitas dalam konteks pasar saham merujuk pada tingkat fluktuasi harga saham dalam periode waktu tertentu. Grafik pergerakan harga saham sering kali menunjukkan pola volatility clustering, yang belum tentu mencerminkan volatilitas saham secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan metode statistik yang tepat untuk mengidentifikasi karakteristik volatilitas tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas pada pasar modal syariah dengan menggunakan pendekatan Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH). Tahapan analisis yang dilakukan meliputi: uji stasioneritas, identifikasi model ARIMA, penentuan model ARIMA terbaik, uji heteroskedastisitas, penerapan model GARCH, dan pemilihan model GARCH terbaik. Selain itu, digunakan pula pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang harga saham serta inflasi terhadap volatilitas Jakarta Islamic Index (JII). Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik volatilitas JII mengalami lonjakan yang signifikan pada awal tahun 2019. Sementara itu, volatilitas nilai tukar (kurs) juga menunjukkan peningkatan tajam pada tahun yang sama.
Volatilitas inflasi cenderung stabil dan rendah pada periode 2019 hingga 2020, namun mulai menunjukkan peningkatan fluktuasi sejak tahun 2021, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada awal tahun 2022. Model GARCH terbaik untuk volatilitas JII Adalah GACRH (2,2), GARCH (1,2) untuk inflasi sedangkan GARCH (2,2) untuk kurs.
Selanjutnya, hasil analisis ARDL menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh sebesar 59.4% terhadap volatilitas JII, sedangkan kurs memiliki pengaruh sebesar 60.2% terhadap volatilitas JII.
Kata kunci: volatilitas, pasar saham, GARCH, ARD
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas pada pasar modal syariah dengan menggunakan pendekatan Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH). Tahapan analisis yang dilakukan meliputi: uji stasioneritas, identifikasi model ARIMA, penentuan model ARIMA terbaik, uji heteroskedastisitas, penerapan model GARCH, dan pemilihan model GARCH terbaik. Selain itu, digunakan pula pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang harga saham serta inflasi terhadap volatilitas Jakarta Islamic Index (JII). Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik volatilitas JII mengalami lonjakan yang signifikan pada awal tahun 2019. Sementara itu, volatilitas nilai tukar (kurs) juga menunjukkan peningkatan tajam pada tahun yang sama.
Volatilitas inflasi cenderung stabil dan rendah pada periode 2019 hingga 2020, namun mulai menunjukkan peningkatan fluktuasi sejak tahun 2021, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada awal tahun 2022. Model GARCH terbaik untuk volatilitas JII Adalah GACRH (2,2), GARCH (1,2) untuk inflasi sedangkan GARCH (2,2) untuk kurs.
Selanjutnya, hasil analisis ARDL menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh sebesar 59.4% terhadap volatilitas JII, sedangkan kurs memiliki pengaruh sebesar 60.2% terhadap volatilitas JII.
Kata kunci: volatilitas, pasar saham, GARCH, ARD
Yulianti Ika Susilawati - Personal Name
223210163 - Yulianti Ika Susilawati
TESIS PMM
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
162 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...