Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Analisis Potensi Pelanggaran Etika Periklanan Pada Praktik Nano Influencer di Indonesia” telah dipertahankan di hadapan sidang Dewan Penguji

Pertumbuhan media sosial telah melahirkan dinamika baru dalam lanskap pemasaran digital. Salah satunya adalah munculnya nano influencer—pengguna media sosial dengan jumlah pengikut 1.000 hingga 10.000—yang dimanfaatkan oleh merek untuk menjangkau audiens niche dengan pendekatan yang lebih autentik dan personal. Namun, kehadiran nano influencer juga membawa tantangan etis, terutama terkait praktik hidden advertising atau iklan terselubung yang tidak mencantumkan label sponsor (#ad, #sponsored, atau #iklan), sehingga melanggar prinsip transparansi sebagaimana diatur dalam Etika Pariwara Indonesia (EPI), khususnya Pasal 4.6.3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan potensi pelanggaran etika periklanan dalam praktik nano influencer, menilai tingkat kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta menelaah dampak dari praktik tidak transparan ini terhadap konsumen dan ekosistem pemasaran digital. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui pengamatan langsung, dokumentasi serta wawancara mendalam dengan lima narasumber kunci, yaitu Ketua P3I, Ketua Badan Musyawarah Etika Dewan Periklanan Indonesia (DPI), dua praktisi periklanan digital, dan satu nano influencer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran etika oleh nano influencer jamak terjadi dan disebabkan oleh minimnya pemahaman etis, tidak adanya pelatihan formal, lemahnya pengawasan, serta dorongan merek untuk menjaga kesan “organik” dalam kampanye mereka. Kondisi ini menimbulkan risiko besar terhadap kepercayaan konsumen dan kredibilitas industri. Simpulan penelitian menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, reformulasi regulasi yang lebih spesifik untuk influencer skala kecil, serta kolaborasi antara regulator, asosiasi industri, dan platform digital untuk membangun ekosistem pemasaran yang lebih etis dan transparan di Indonesia.

Kata kunci: Etika Periklanan, Hidden advertising, Influencer Marketing, Komunikasi Pemasaran, Nano Influencer.
Himas Puspito Putra - Personal Name
223121013 - Himas Puspito Putra
Tesis PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
235 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...