Studi Pengaruh Alienasi Politik (Political Alienation) Terhadap Perilaku Pemilih di Pemilu 2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alienasi politik terhadap perilaku pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia. Alienasi politik dipahami sebagai kondisi psikologis dan sosial ketika individu merasa terasing dari sistem politik, kehilangan kepercayaan terhadap institusi, tidak mampu memengaruhi keputusan politik (powerlessness), serta mengalami keterputusan dari komunitas politik (social isolation). Konteks politik, terdapat lima dimensi untuk menggambarkan berbagai cara seseorang merasa terputus dari sistem politik. Pertama, ketidakberdayaan (powerlessness) menunjukkan perasaan tidak memiliki kemampuan untuk memengaruhi kebijakan atau keputusan politik. Individu merasa bahwa suara atau tindakan politik mereka tidak akan membawa perubahan yang berarti. Kedua, ketidakmaknaan (meaninglessness) muncul ketika individu tidak memahami bagaimana sistem politik bekerja atau merasa bingung terhadap arah dan tujuan kebijakan pemerintah. Hal ini menyebabkan warga enggan terlibat karena tidak memahami manfaatnya. Ketiga, ketidaksesuaian norma (normlessness) menggambarkan persepsi bahwa elite politik tidak lagi mematuhi norma atau etika yang seharusnya dijunjung tinggi, seperti keadilan, transparansi, dan kejujuran. Situasi ini dapat memperkuat kecurigaan terhadap sistem. Kempat, keterasingan sosial (social isolation) menunjukkan perasaan bahwa pandangan atau nilai-nilai politik individu berbeda dari masyarakat sekitar, sehingga merasa terasing dalam percakapan publik atau ruang diskusi politik. Kelima, keterasingan diri (self-estrangement) menggambarkan kondisi di mana individu tidak lagi merasa bahwa nilai-nilai pribadinya tercermin dalam aktivitas atau hasil politik. Ia merasa politik adalah urusan orang lain dan tidak relevan dengan kehidupannya. Penelitian ini menguji dua hipotesis utama: (H1) alienasi politik berpengaruh signifikan terhadap perilaku pemilih, dan (H2) dimensi powerlessness dan social isolation memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan dimensi lainnya. Menggunakan pendekatan kuantitatif melalui uji regresi dan analisis faktor, hasil penelitian menunjukkan bahwa alienasi politik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pemilih, terutama dalam konteks pemilihan legislatif. Pemilih yang mengalami alienasi politik cenderung memilih berdasarkan identitas sosial atau insentif pragmatis, bukan pertimbangan programatik atau ideologis. Temuan ini memperlihatkan bahwa rasionalitas pemilih bersifat adaptif terhadap kondisi keterasingan politik, dan bukanlah bentuk deliberatif ideal sebagaimana diasumsikan dalam teori rational choice. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa powerlessness dan social isolation merupakan dimensi alienasi yang paling memengaruhi perilaku memilih. Individu yang merasa tidak memiliki pengaruh dalam sistem politik, atau merasa terputus dari komunitas politik, cenderung bersikap apatis, pragmatis, atau memilih kandidat yang merepresentasikan identitas atau ketidakpuasan terhadap status quo. Hal ini terbukti dari preferensi terhadap partai-partai oposisi atau reformis di kalangan pemilih dengan alienasi tinggi, serta rendahnya partisipasi di kalangan kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan tidak bekerja tetap. Dalam kerangka ilmu komunikasi politik, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran komunikasi politik yang bersifat simbolik, emosional, dan kontekstual dalam menjangkau pemilih yang mengalami keterasingan politik. Alienasi tidak menghapus partisipasi politik, tetapi mengubah bentuk dan motivasinya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi politik yang lebih inklusif dan transformatif, serta upaya sistematis dari institusi politik dan media untuk memperkuat kepercayaan, representasi, dan keterlibatan publik.
Kata Kunci: alienasi politik, perilaku pemilih, Pemilu 2024, komunikasi politik, powerlessness, social isolation.
Daftar pustaka: 63 pustaka, tahun 1962 s.d tahun 2023.
Kata Kunci: alienasi politik, perilaku pemilih, Pemilu 2024, komunikasi politik, powerlessness, social isolation.
Daftar pustaka: 63 pustaka, tahun 1962 s.d tahun 2023.
Ratno Sulistiyanto - Personal Name
221122032 - Ratno Sulistiyanto
TESIS PMK
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
175 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...