Peran Humas Bank Indonesia dalam Sosialisasi Penggunaan QRIS Kepada Pedagang di Kelurahan Kalisari Jakarta Timur
Dalam era digitalisasi yang terus berkembang, penggunaan teknologi finansial menjadi semakin esensial, dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) hadir sebagai salah satu inovasi penting yang dirancang untuk mempermudah transaksi non-tunai. Namun, implementasi dan penerimaannya di masyarakat, khususnya di kalangan pedagang kecil dan menengah, memerlukan upaya komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Humas Bank Indonesia dalam mensosialisasikan penggunaan QRIS kepada para pedagang di Kelurahan Kalisari-Jakarta Timur. Latar belakang penelitian ini adalah masih minimnya pemahaman dan adopsi penggunaan QRIS di kalangan pelaku usaha mikro dan kecil, meskipun Bank Indonesia gencar mengampanyekan digitalisasi sistem pembayaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak Humas Bank Indonesia, perwakilan pedagang di Kelurahan Kalisari-Jakarta Timur, serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Bank Indonesia menjalankan berbagai peran strategis, meliputi peran fungsi manajemen strategis, membangun hubungan, pembentuk opini dan persuasi, komunikator, fasilitator, serta manajemen krisis dan reputasi. Sebagai fungsi manajemen strategis, Humas Bank Indonesia membantu menjelaskan isu-isu yang beredar di masyarakat. Dalam hal pembentuk opini, Humas Bank Indonesia menyampaikan informasi yang jelas dan persuasif mengenai kemudahan dan manfaat QRIS. Peran fasilitator ditunjukkan melalui pendampingan teknis dan penyediaan materi promosi untuk membantu pedagang dalam proses pendaftaran dan penggunaan QRIS. Terakhir, sebagai manajemen krisis dan reputasi, Humas Bank Indonesia melakukan sosialisasi secara langsung dan berkelanjutan untuk mengatasi kendala teknis dan menumbuhkan kepercayaan pedagang terhadap sistem pembayaran digital. Meskipun demikian, ditemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan perbedaan tingkat literasi digital di antara para pedagang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran proaktif dan berkelanjutan dari Humas Bank Indonesia sangat penting dalam meningkatkan adopsi QRIS.
Kata Kunci : Humas, Bank Indonesia, QRIS, Sosialisasi, Pedagang
Kata Kunci : Humas, Bank Indonesia, QRIS, Sosialisasi, Pedagang
Elizabeth Dian Monica - Personal Name
123206010 - Elizabeth Dian Monica
SKRIPSI PIK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
83 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...