Representasi Persahabatan Dalam Film “Monster (2023)” (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Film Monster (2023) merupakan film asal Jepang, karya Hirokazu Kore-eda, yang mengisahkan persahabatan antara kedua anak laki-laki yang sedang duduk di kelas 5 SD, yaitu Minato dan Yori. Dua karakter utama pada film ini memiliki masalah atau konflik di hidupnya yang cukup serupa. Topik perundungan menjadi konflik utama dalam film ini, karena film sebagai bagian dari media massa juga memiliki realitas yang dapat menceritakan realitas yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Sebagaimana representasi di dalam film ini juga merupakan penggambaran kehidupan nyata. Peneliti menggunakan metode semiotika dengan metodologi kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari representasi nilai persahabatan dalam film ini, dengan menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dokumentasi dengan menonton dan mencatat adegan-adegan di film dan melakukan studi pustaka. Hasil penelitian film Monster (2023) menunjukkan bahwa persahabatan Minato dan Yori merepresentasikan lima nilai persahabatan menurut DeVito, yang terdiri dari utility (kebermanfaatan), affirmation (penguatan), ego support (dukungan emosional), stimulations (dorongan), dan security (keamanan). Berikutnya, nilai persahabatan yang dominan di sini adalah affirmation dan stimulations. Peneliti juga menemukan bahwa Minato mengalami gejolak dalam batinnya, dengan self-denial terhadap perasaannya sendiri ke Yori, dan Yori mengalami perundungan karena ia dianggap feminin, serta memiliki orangtua yang toksik. Karena hal-hal tersebut, Minato memintanya agar tidak terlihat bersahabat dengannya ketika berada di hadapan teman-teman di lingkungan mereka, dan Yori menyetujuinya. Berikutnya, untuk keluar dari lingkungan yang memiliki ekspektasi yang dinilai berlebih terhadap mereka, Minato dan Yori mencari safe space ke gerbong kereta terbengkalai di hutan, yang mereka jadikan tempat bermain khusus berdua. Gerbong tersebut melambangkan persahabatan mereka. Meski dari luar tampak tidak sempurna seperti apa yang dianggap benar di lingkungannya, tetapi ketika dilihat lebih dalam, dapat menjadi tempat aman atau safe space bagi mereka yang berada di dalamnya.
Kata Kunci : Representasi, Nilai Persahabatan, Film, Semiotika
Kata Kunci : Representasi, Nilai Persahabatan, Film, Semiotika
Junior Revormando Syalar - Personal Name
123106078 - Junior Revormando Syalar
SKRIPSI PIK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
127 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...