Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Evaluasi Prinsip Etika Komunikasi Buzzer Di Media Sosial (Analisis Opini Publik Isu “Indonesia Gelap” Di Tiktok)

Media sosial TikTok telah berkembang menjadi ruang strategis bagi buzzer dalam menyebarkan narasi politik dan membentuk opini publik. Salah satu fenomena yang menonjol adalah isu “Indonesia Gelap” yang memunculkan dua kutub perdebatan, yaitu kelompok pro pemerintah dan kontra pemerintah. Fenomena ini menunjukkan bahwa buzzer tidak sekadar bertindak sebagai penyampai pesan, tetapi juga sebagai aktor komunikasi politik digital yang mampu memengaruhi dinamika ruang publik. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana buzzer menerapkan prinsip etika komunikasi dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan teori etika komunikasi Campbell & Martin (2018) yang menekankan enam prinsip utama: kejujuran, keadilan, rasa hormat, tanggung jawab, empati, serta keamanan dan privasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana buzzer menerapkan enam prinsip etika komunikasi; kejujuran, keadilan, rasa hormat, tanggung jawab, empati, serta keamanan dan privasi dalam membentuk opini pubik di TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur dari jurnal ilmiah, artikel akademik, dan pemberitaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian buzzer berupaya menjaga kejujuran informasi, menghormati audiens, serta menghindari pelanggaran privasi. Namun, sebagian lainnya lebih menekankan pada pencapaian viralitas sehingga mengabaikan prinsip-prinsip etika. Hal ini terkadang memicu polarisasi dan memperkeruh diskursus publik di media sosial terhadap isu yang diangkat.

Kata kunci: Etika Komunikasi, Buzzer, Opini Publik, TikTok, Indonesia Gelap
Gina Yuli Tsaniyah - Personal Name
123106069 - Gina Yuli Tsaniyah
SKRIPSI PIK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
106 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...