Analisis Ketidakamanan Ontologis Pemerintah Indonesia Melalui KBRI Tokyo dan KJRI Osaka Dalam Merespon Tindakan Diaspora: Studi Kasus Kelompok Pemulih Harga Diri di Jepang Tahun 2024
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab apakah respon yang diberikan Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya di Jepang, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka, saat menanggapi
aksi fenomenal kelompok “Pemulih Harga Diri” mengandung perasaan ketidakamanan ontologis. Topik yang dibahas berfokus pada unsur ketidakamanan ontologis yang terkandung dalam respon Indonesia, yang dinilai penting mengingat identitas dan citra Indonesia yang telah dibangun diaspora Indonesia selama ini dipertaruhkan akibat aksi kelompok tersebut. Dalam kajian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori ketidakamanan ontologis. Data dikumpulkan melalui sumber data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan sumber data sekunder seperti berita, karya ilmiah lainnya seperti jurnal artikel, serta wawancara yang dilakukan di suatu segmen acara salah satu media Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon yang diberikan oleh Indonesia terindikasi mengandung ketidakamanan ontologis sebab ada variabel security of being, kecemasan, identitas, narasi, sekuritisasi subjektivitas, dan rutinitas yang tersirat dalam respon tersebut. Temuan ini memberikan implikasi penting terhadap penelitian mengenai ketidakamanan ontologis dalam konteks apa yang dirasakan negara terhadap ulah diasporanya di luar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam ranah hubungan internasional dengan menyarankan adanya pengawasan yang lebih ketat oleh perwakilan diplomatik Indonesia terhadap kelompok diaspora mereka agar disrupsi yang disebabkan oleh diaspora yang mampu mencoreng identitas bangsa tidak terjadi lagi.
Kata Kunci: Ketidakamanan ontologis, diaspora, KBRI Tokyo, KJRI Osaka.
aksi fenomenal kelompok “Pemulih Harga Diri” mengandung perasaan ketidakamanan ontologis. Topik yang dibahas berfokus pada unsur ketidakamanan ontologis yang terkandung dalam respon Indonesia, yang dinilai penting mengingat identitas dan citra Indonesia yang telah dibangun diaspora Indonesia selama ini dipertaruhkan akibat aksi kelompok tersebut. Dalam kajian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori ketidakamanan ontologis. Data dikumpulkan melalui sumber data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan sumber data sekunder seperti berita, karya ilmiah lainnya seperti jurnal artikel, serta wawancara yang dilakukan di suatu segmen acara salah satu media Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon yang diberikan oleh Indonesia terindikasi mengandung ketidakamanan ontologis sebab ada variabel security of being, kecemasan, identitas, narasi, sekuritisasi subjektivitas, dan rutinitas yang tersirat dalam respon tersebut. Temuan ini memberikan implikasi penting terhadap penelitian mengenai ketidakamanan ontologis dalam konteks apa yang dirasakan negara terhadap ulah diasporanya di luar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam ranah hubungan internasional dengan menyarankan adanya pengawasan yang lebih ketat oleh perwakilan diplomatik Indonesia terhadap kelompok diaspora mereka agar disrupsi yang disebabkan oleh diaspora yang mampu mencoreng identitas bangsa tidak terjadi lagi.
Kata Kunci: Ketidakamanan ontologis, diaspora, KBRI Tokyo, KJRI Osaka.
Biandka Michelle Syawaleva - Personal Name
121105101 - Biandka Michelle Syawaleva
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
53 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...