Analisa Perspektif Complex Interdependence: Bentuk-Bentuk Dukungan Tiongkok terhadap Palestina (2023-2025)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk dukungan Tiongkok terhadap Palestina periode 2023-2025 dengan menggunakan perspektif complex interdependence. Topik yang dibahas berfokus pada dinamika hubungan Tiongkok-Palestina yang melibatkan berbagai dimensi, mulai dari diplomatik, politik, ekonomi, hingga kemanusiaan, yang dinilai penting mengingat peningkatan status hubungan antara kedua negara menjadi strategic partnership pada tahun 2023 dan eskalasi konflik pasca 7 Oktober 2023. Dalam kajian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan teori complex interdependence. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari dokumen resmi, laporan organisasi internasional, serta sumber berita terpercaya, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi untuk menilai relevansi bentuk dukungan dengan dimensi teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk dukungan Tiongkok terhadap Palestina periode 2023-2025 berada dalam kerangka complex interdependence dengan interaksi multisaluran (multiple channels) yang meliputi jalur negara, jalur multilateral, jalur kemanusiaan, dan jalur ekonomi serta melibatkan berbagai aktor. Keterlibatan Tiongkok dalam memberikan dukungan terhadap Palestina melalui berbagai isu seperti isu diplomasi, kemanusiaan, dan ekonomi mencerminkan absence of hierarchy among issues dengan setiap isu dijalankan secara paralel tanpa ada satu isu yang mendominasi. Strategi Tiongkok lebih menekankan diplomasi, pembangunan, dan kerjasama multilateral, sementara peran kekuatan militer tetap minimal, sehingga karakteristik minor role of military force dipertahankan. Analisis juga menunjukkan bahwa hubungan interdependensi Tiongkok-Palestina bersifat asimetris, dengan Tiongkok ebagai negara besar memiliki kapasitas dan pengaruh lebih besar dibanding Palestina sebaliknya. Temuan ini memberikan implikasi pada perluasan penerapan teori complex interdependence dalam studi Timur Tengah yang umumnya dianalisis melalui perspektif realisme. Sebagai rekomendasi, penelitian selanjutnya dapat mendalami bagaimana asimetri interdependensi memengaruhi efektivitas dukungan Tiongkok terhadap Palestina. Dengan menggunakan metode empiris seperti wawancara atau data lapangan, kajian lanjutan dapat memberi kontribusi baik bagi pengembangan teori complex interdependence maupun strategi kebijakan internasional.
Kata Kunci: Tiongkok, Palestina, complex interdependence, asimetris, diplomasi, hubungan internasional
Kata Kunci: Tiongkok, Palestina, complex interdependence, asimetris, diplomasi, hubungan internasional
Fanya Risma Ginita - Personal Name
121105096 - Fanya Risma Ginita
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
75 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...