Simbolisme Semangka Sebagai Kontra-Hegemoni Palestina: Analisis Framing Konten Instagram Media Al Jazeera dan Middle East Eye (2021-2024)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbol semangka digunakan sebagai bentuk perlawanan rakyat Palestina terhadap hegemoni Israel, serta bagaimana media internasional seperti Al Jazeera dan Middle East Eye membingkai simbol tersebut sebagai narasi kontra-hegemoni. Fokus pembahasan terletak pada penggunaan simbol semangka sebagai alat perlawanan politik dan identitas, yang relevan mengingat semakin terbatasnya ruang ekspresi akibat represi simbol-simbol resmi dan pembatasan dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina.Dalam kajian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hegemoni dan kontra-hegemoni dari Antonio Gramsci, serta teori framing dari Robert M. Entman. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan konten media sosial Instagram, kemudian dianalisis dengan pendekatan analisis wacana visual untuk mengungkap makna simbolik, posisi ideologis, dan strategi naratif dalam representasi semangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol semangka tidak hanya menjadi bentuk perlawanan simbolik terhadap dominasi narasi pro-Israel, tetapi juga memperluas solidaritas global melalui media digital. Representasi semangka dalam konten Al Jazeera dan Middle East Eye memperlihatkan peran simbol budaya dalam membangun kesadaran kolektif lintas negara dan memperkuat dukungan internasional terhadap perjuangan Palestina.
Kata Kunci: Palestina, semangka, kontra-hegemoni, media, framing
Kata Kunci: Palestina, semangka, kontra-hegemoni, media, framing
Kanafifa Leslie Kalih Sudiana - Personal Name
121105058 - Kanafifa Leslie Kalih Sudiana
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
97 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...