South Sudan Women’s Empowerment Network (SSWEN) Dalam Diplomasi Kemanusiaan Pada Konflik di Sudan Selatan (2013–2023)
Sudan Selatan merupakan negara dengan sejarah konflik berkepanjangan yang berdampak besar pada kondisi sosial, terutama perempuan. Di tengah konflik bersenjata yang menimbulkan krisis kemanusiaan dan ketimpangan gender, peran perempuan seringkali terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan dan penyelesaian konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran South Sudan Women’s Empowerment Network (SSWEN) dalam diplomasi kemanusiaan selama konflik 2013–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori Feminisme Liberal, konsep Diplomasi Kemanusiaan dan konsep Perdamaian sebagai landasan analitis. Data diperoleh melalui wawancara tertulis dengan Presiden SSWEN dan studi literatur terhadap program, strategi, serta capaian organisasi. Analisis dilakukan dengan menggambarkan aktivitas advokasi, pemberdayaan perempuan, serta keterlibatan SSWEN dalam forum nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SSWEN berperan vital dalam diplomasi kemanusiaan di Sudan Selatan (2013-2023), sejalan dengan Feminisme Liberal dan Diplomasi Kemanusiaan. SSWEN mengadvokasi hak-hak perempuan dan partisipasi mereka dalam perdamaian melalui program penyembuhan trauma, pemberdayaan, dan pencegahan kekerasan berbasis gender (GBV). Sebagai aktor diplomasi kemanusiaan, SSWEN menjadi penghubung strategis antara komunitas lokal dan pembuat kebijakan, terlibat dalam forum penting seperti Revitalized Peace Agreement, advokasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1325, serta bermitra dengan PBB, Uni Afrika, dan IGAD. Capaiannya meliputi pemulihan penyintas, penurunan GBV, serta advokasi kebijakan seperti 35% keterwakilan perempuan dan ratifikasi CEDAW, menegaskan peran SSWEN sebagai agen perubahan sosial dan legislatif. Meskipun SSWEN masih dalam tahap awal peacebuilding menuju Positive Peace, menghadapi hambatan struktural dan budaya patriarki, kontribusinya penting sebagai bagian dari proses berkelanjutan. Pendekatan berbasis komunitasnya efektif menjembatani suara perempuan lokal dengan forum nasional dan internasional, membuktikan perempuan adalah aktor kunci dalam membangun perdamaian.
Kata Kunci: SSWEN, Sudan Selatan, Feminisme Liberal, Diplomasi Kemanusiaan, Konsep Perdamaian
Kata Kunci: SSWEN, Sudan Selatan, Feminisme Liberal, Diplomasi Kemanusiaan, Konsep Perdamaian
Nia Anggraini - Personal Name
121105052 - Nia Anggraini
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
52 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...