Analisis Lokalisasi Norma Kesetaraan Gender Beijing Declaration and Platform for Action Dalam Penurunan Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Qatar (2016-2017)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mekanisme lokalisasi norma framing, grafting, dan pruning dari Beijing Declaration and Platform for Action (BPfA) menjelaskan penurunan Female Labour Force Participation (FLFP) di Qatar pada tahun 2016-2017. Topik yang dibahas berfokus pada fenomena penurunan FLFP di tengah perbaikan signifikan ketidaksetaraan gender di Qatar. Dalam kajian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori lokalisasi norma oleh Amitav Acharya (2004). Data dikumpulkan melalui internet-based research dari dokumen Qatar National Vision 2030 (QNV 2030), National Development Strategy (NDS) 2011-2016, dan Laporan BPfA Qatar 2014-2019, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan FLFP di Qatar pada GII 2016-2017 merupakan konsekuensi lokalisasi norma kesetaraan gender yang akomodatif dan non transformatif. Pembingkaian (framing) norma sebagai "keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga" melegitimasi peran gender tradisional; pencangkokan (grafting) kebijakan memperkuat beban ganda perempuan; dan pemangkasan (pruning) aspek transformatif BPfA menyebabkan kegagalan mengatasi hambatan struktural dan budaya. Temuan ini memberikan implikasi bahwa adaptasi norma internasional dengan nilai lokal dapat menghasilkan konsekuensi kompleks dan kontradiktif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam bidang Hubungan Internasional dan studi gender dengan menyarankan pendekatan yang lebih transformatif dalam perumusan kebijakan kesetaraan gender, termasuk mendorong partisipasi aktif laki-laki dalam ranah domestik dan mengatasi norma-norma gender yang membatasi.
Kata Kunci: Lokalisasi Partisipasi, Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan, Ketidaksetaraan Gender
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan FLFP di Qatar pada GII 2016-2017 merupakan konsekuensi lokalisasi norma kesetaraan gender yang akomodatif dan non transformatif. Pembingkaian (framing) norma sebagai "keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga" melegitimasi peran gender tradisional; pencangkokan (grafting) kebijakan memperkuat beban ganda perempuan; dan pemangkasan (pruning) aspek transformatif BPfA menyebabkan kegagalan mengatasi hambatan struktural dan budaya. Temuan ini memberikan implikasi bahwa adaptasi norma internasional dengan nilai lokal dapat menghasilkan konsekuensi kompleks dan kontradiktif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam bidang Hubungan Internasional dan studi gender dengan menyarankan pendekatan yang lebih transformatif dalam perumusan kebijakan kesetaraan gender, termasuk mendorong partisipasi aktif laki-laki dalam ranah domestik dan mengatasi norma-norma gender yang membatasi.
Kata Kunci: Lokalisasi Partisipasi, Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan, Ketidaksetaraan Gender
Muhammad Arsyad Aufa Rafiqi - Personal Name
121105029 - Muhammad Arsyad Aufa Rafiqi
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
85 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...