Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Representasi Konsumerisme dalam Film "Fight Club"

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konsumerisme dalam film "Fight Club" melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena konsumerisme yang semakin mengakar dalam masyarakat modern, di mana identitas dan kebahagiaan individu seringkali dikonstruksi melalui kepemilikan barang material. Film "Fight Club" dipilih sebagai objek penelitian karena secara eksplisit mengkritik budaya konsumerisme dan menampilkan narasi, simbol, serta karakter yang kompleks dan relevan dengan kondisi sosiokultural kontemporer. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes, yang membedah makna tanda pada tiga tingkatan: denotasi (makna literal), konotasi (makna kultural), dan mitos (makna ideologis). Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap elemen visual, naratif, dan audio dalam film, serta didukung oleh sumber- sumber sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan film "Fight Club" konsisten menggunakan simbol visual (apartemen narrator yang dipenuhi produk IKEA dan logo-logo merek terkenal), narasi kritis (melalui dialog dan monolog karakter Tyler Durden), serta karakterisasi tokoh utama untuk mengonstruksi dan mengkritik budaya konsumerisme. Pada tingkat denotasi, film menampilkan kehidupan urban yang terstandarisasi dan didominasi oleh konsumsi barang material. Pada tingkat konotasi, simbol-simbol tersebut merepresentasikan keterikatan pada materialisme dan pencarian identitas melalui kepemilikan barang, yang justru menimbulkan alienasi dan kehampaan eksistensial. Pada tingkat mitos, film membongkar mitos "kepemilikan barang = kebahagiaan" yang dihegemoni oleh industri budaya dan sistem kapitalis. Transformasi karakter utama dari karyawan korporat yang konsumsif menjadi individu yang kritis terhadap konsumerisme, memperlihatkan perjalanan kompleks dalam pencarian makna hidup yang lebih autentik. Penelitian ini menegaskan bahwa film sebagai medium budaya populer tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana kritik sosial yang efektif terhadap ideologi dominan dalam masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian media kritis, khususnya dalam memahami mekanisme representasi konsumerisme dalam film dan dampaknya terhadap individu serta masyarakat di era digital.

Kata Kunci: Konsumerisme, Film Fight Club, Semiotika Roland Barthes, Representasi
Ahmad Huzaify - Personal Name
121106046 - Ahmad Huzaify
SKRIPSI PIK
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
74 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...