Penguatan Industri Otomotif Jepang di Indonesia Melalui Diplomasi Ekonomi Dalam Kanpanye Rendah Emisi Karbon
Industri otomotif menjadi salah satu sektor penyumbang perekonomian nasional. Pangsa pasar di Indonesia dikuasai oleh Jepang. Adanya pencanangan pemerintah melakukan konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik untuk mendukung kebijakan peduli lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui data sekunder yang dikumpulkan dari penelitian berupa jurnal dan karya ilmiah. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma Eklektik dengan penggunaan sistem OLI yaitu Ownership,Location, dan Internalization. Hasil menunjukkan bahwa penguatan industri otomotif di Indonesia dicanangkan dalam perjanjian IJEPA dan MIDEC. Setelah itu, Indonesia dan Jepang melakukan kerja sama yang merupakan kebijakan dari Indonesia dan Jepang yaitu low cost green car yang merupakan salah satu cara pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi emisi gas karbon, disisi lain Jepang juga harus menunjukan tindakan nyata dari protokol Kyoto. Selain mobil yang ramah lingkungan, harga juga rendah dapat menjadi daya tarik konsumen. Peningkatan pembelian produk mempengaruhi pendapatan ekonomi nasional Indonesia. Beberapa keuntungan diplomasi yang yang terjadi, yaitu meningkatnya kinerja perdagangan, peningkatan investasi terhadap perusahaan berbasis teknologi Jepang, pengiriman tenaga kerja ke Jepang, peningkatan ekspor. Namun Indonesia secara infrastruktur belum merata dan masih menjadi pekerjaan rumah dimassa mendatang sehingga belum siap untuk energi terbarukan
Kata Kunci : industri otomotif, diplomasi ekonomi, rendah emisi karbon
Kata Kunci : industri otomotif, diplomasi ekonomi, rendah emisi karbon
Kaisar Lamhot O.H Sihotang - Personal Name
118105095 - Kaisar Lamhot O.H Sihotang
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
Jakarta
56 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...