Analisa Dampak Konflik Siprus Terhadap Sengketa Laut Mediterania (2019-2022)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana konflik internal yang belum terselesaikan di Siprus menjadi faktor signifikan yang memperumit sengketa batas maritim di kawasan Laut Mediterania Timur. Konflik berkepanjangan yang melibatkan ketegangan antara komunitas Siprus-Yunani dengan Siprus-Turki serta intervensi dari aktor eksternal, seperti Yunani dan Turki telah menciptakan ketegangan politik yang meluas hingga berdampak pada struktur regional. Relevansi dan urgensi penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa konflik domestik berskala kecil sekalipun dapat menghambat proses delimitasi maritim yang adil, memicu klaim tumpang tindih atas wilayah laut, serta mengganggu stabilitas kawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan teori konflik dan teori kepentingan nasional sebagai kerangka teoritis untuk memahami dinamika dan relasi kekuasaan, pertarungan klaim kedaulatan, serta kalkulasi rasional yang mendasari tindakan para aktor negara maupun non-negara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan menganalisis dokumen-dokumen akademik, jurnal ilmiah, perjanjian internasional, serta sumber-sumber lain yang relevan. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif, guna memahami hubungan sebab-akibat antara konflik Siprus dengan kebuntuan delimitasi maritim di Mediterania Timur. Hasil
penemuan menunjukkan bahwa kegagalan penyelesaian konflik Siprus, keberadaan pemerintah ganda, serta absennya pengakuan internasional terhadap Siprus Utara menjadi
faktor krusial yang menghambat kerangka kerja sama regional, termasuk dalam pembentukan zona ekonomi eksklusif yang sah dan diakui bersama. Penelitian ini berkontribusi dalam mengisi celah kajian sebelumnya yang lebih memusatkan perhatian pada konflik bilateral seperti Turki dan Yunani, dengan menawarkan perspektif baru bahwa akar ketegangan regional justru dapat dilacak dari dinamika politik internal yang tak kunjung terselesaikan di Siprus.
Kata Kunci: Konflik Siprus, Sengketa Maritim, Mediterania Timur, Delimitasi Wilayah Laut, Geopolitik Regional.
penemuan menunjukkan bahwa kegagalan penyelesaian konflik Siprus, keberadaan pemerintah ganda, serta absennya pengakuan internasional terhadap Siprus Utara menjadi
faktor krusial yang menghambat kerangka kerja sama regional, termasuk dalam pembentukan zona ekonomi eksklusif yang sah dan diakui bersama. Penelitian ini berkontribusi dalam mengisi celah kajian sebelumnya yang lebih memusatkan perhatian pada konflik bilateral seperti Turki dan Yunani, dengan menawarkan perspektif baru bahwa akar ketegangan regional justru dapat dilacak dari dinamika politik internal yang tak kunjung terselesaikan di Siprus.
Kata Kunci: Konflik Siprus, Sengketa Maritim, Mediterania Timur, Delimitasi Wilayah Laut, Geopolitik Regional.
Wisnu Titis Kartiko - Personal Name
118105042 - Wisnu Titis Kartiko
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2025
50 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...